Wednesday, 20 May, 2026

Terima Beasiswa, 161 Pelajar PMI Dipulangkan ke Tanah Air

NUNUKAN – Konsulat RI di Tawau Malaysia, memfasilitasi pemulangan 161 pelajar alumni Community Learning Centre (CLC) dan Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK), yang mendapat program repatriasi pendidikan, Rabu (9/2).

Sejumlah pelajar tersebut diberangkatkan menggunakan dua unit kapal Feri, KM Purnama Express dan KM Francise Express menuju Pelabuhan Tunon Taka Nunukan. “Mereka (pelajar) merupakan penerima beasiswa dari berbagai jalur, seperti Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM),” jelas Konsulat RI di Tawau Heni Hamidah.

Sebelum diberangkatkan, seluruh peserta menjalani program pembekalan, orientasi dan pengenalan. Mengenai keadaan di tempat tujuan dan hal-hal lain yang perlu diketahui. Seluruh peserta termasuk para guru pendamping telah menjalani tes Polymerase Chain Reaction (PCR), di salah satu klinik kesehatan di Tawau. Dari hasil tes tersebut, semuanya dipastikan negatif.

Proses pemberangkatan menerapkan SOP kesehatan yang ketat. Seperti penerapan aturan jaga jarak, pemakaian masker, hand sanitizer dan lain sebagainya. “Hampir seluruh peserta repatriasi pendidikan ini lahir dan tumbuh besar di Sabah dan belum pernah ke Indonesia,” jelasnya.

Heni menjelaskan, program repatriasi ini merupakan kegiatan tahunan hasil kerja sama Kemendikbud RI bersama Perwakilan RI (KRI Tawau dan KJRI Kota Kinabalu), Sekolah Indonesia Kota Kinabalu (SIKK) dan Yayasan Sabah Bridge (SB) sebagai inisiator.

Para penerima beasiswa ini, merupakan anak-anak PMI yang lahir dan besar di Sabah, Malaysia. Mayoritas tidak memiliki dokumen identitas diri. Perwakilan RI di Tawau dan Kota Kinabalu membantu penerbitan dokumen-dokumen mereka. Memfalitasi pengurusan special pass dengan pihak imigrasi setempat. Sehingga anak-anak PMI ini dapat pulang ke tanah air secara legal.

“Program repatriasi pendidikan ini turut mengurangi jumlah WNI ilegal, khususnya di Malaysia. Selain tentunya membuka jalan bagi anak-anak PMI untuk mengecap pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi,” ungkapnya.

Para pelajar akan ditempatkan di beberapa sekolah mitra. Masing-masing, Kalimantan Utara sebanyak 55 peserta, Kalimantan Selatan ada 21 peserta dan Sulawesi Selatan 85 peserta. Sub-Koordinator Pelindungan dan Penempatan UPT BP2MI Nunukan Arbain mengatakan, para pelajar akan ditempatkan sementara di gedung Rusunawa. Untuk menjalani karantina Covid-19, sebagaimana standar penanganan kedatangan dari luar negeri.

“Kita fasilitasi untuk karantina demi mencegah penyebaran Covid-19. Kita lakukan antigen dan PCR. Ketika semua dipastikan negatif Covid-19, pengiriman ke sekolah tujuan dilakukan setelah 14 hari,” bebernya.

BP2MI akan membantu melakukan pengawasan dengan menggandeng Satgas Covid-19 Nunukan. Aparat keamanan memastikan kesehatan dan kenyamanan para peserta karantina.

“Sembari karantina, mereka akan diberikan edukasi dari para pembimbingnya. Tidak akan terasa itu karantina, karena mereka akan kembali dibekali membawa diri. Agar cepat adaptasi di lingkungan barunya,” pungkasnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru