Tuesday, 19 May, 2026

Tindak Lanjuti Instruksi Kapolri soal Tilang ETLE

TARAKAN – Pelaksanaan Operasi Zebra Kayan 2022 selama dua pekan, tercatat ada satu kasus kecelakaan lalu lintas (laka lantas) dengan luka berat.

Dibandingkan tahun lalu, jumlah dan fatalitas kasus yang ditangani berkurang di tahun ini. Mesti ditemukan beberapa pelanggaran, namun hanya diberikan teguran. Kapolres Tarakan AKBP Taufik Nurmandia melalui Kasat Lantas AKP Rully Zuldh Fermana mengatakan, segera merealisasikan instruksi dari Kapolri untuk penegakkan hukum tilang, tidak dilakukan di lapangan. Tetapi menggunakan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) mobile.

“Petugas melaksanakan ETLE dengan menggunakan handphonenya sendiri. Sedangkan di Tarakan belum operasional, kami upayakan bulan depan (November) sudah bisa direalisasikan. Kami gencarkan lagi pada masyarakat, untuk edukasi tentang ETLE,” jelasnya, Minggu (23/10).

Dalam pekan pertama pelaksanaan Operasi Zebra Kayan 2022, pihaknya fokus mengawal kegiatan kedaerahan, rangkaian kegiatan Iraw Tengkayu 2022. Pekan kedua dilakukan sosialisasi ETLE. Sedangkan pelanggaran ringan yang didapati, diantaranya penggunaan helm. Karena penilangan secara ETLE belum bisa dimaksimalkan, sehingga hanya memberikan teguran.

“Kalau ETLE, operatornya belum aktif. Jadi, sementara pantau saja dulu. Kebanyakan pelanggaran ETLE paling gampang itu penggunaan handphone dan SIM. Kami sudah pasang spanduk dan berikan peringatan di sekitar kamera ETLE. Dalam beberapa radius ke depan ada pengawasan ETLE. Jadi, masyarakat tak bingung lagi cari kameranya,” tuturnya.

Pihaknya memberikan edukasi kepada masyarakat, untuk mengurangi efek silau dari lampu ETLE. Salah satunya dengan fokus ke jalan dan tidak mengendarai sambil melakukan hal lainnya yang dapat mengurangi konsentrasi. Jika konsentrasi berkurang dan tiba-tiba flash menyala, dikhawatirkan ada kerawanan dan masyarakat kaget.

Pihaknya mengimbau selalu sadar akan keselamatan, safety belt dan pengendara fokus ke jalan. “Sosialisasi ada yang kami kumpulkan di satu tempat, turun ke jalan dan keliling maupun sosial media,” ujarnya.

Diharapkan dengan dilakukan edukasi, masyarakat tidak kaget saat penilangan. Pihaknya berkoordinasi dengan Samsat, membahas beberapa daerah lain ETLE berdampak pada peningkatan pendapatan asli daerah (PAD). Setelah sudah mulai dilakukan tindakan. Maka akan dikaji dan dibuka datanya, apakah ada peningkatan.

Jika ditemukan ada peningkatan, maka akan dianalisa lagi. Apakah benar peningkatan karena ETLE. Ia harapkan, peningkatan PAD juga terjadi di Tarakan. Karena dengan peningkatan PAD, tentu akan membantu kinerja Pemprov Kaltara. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru