Wednesday, 29 April, 2026

Berusaha Maksimal Kejar Target di Tahun Kedua Kepemimpinan

TANJUNG SELOR – Masa kepemimpinan Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang dan Wakil Gubernur Kaltara Yansen Tipa Padan genap setahun pada 15 Februari lalu. Di masa kepemimpinan tersebut telah cukup banyak pencapaian.

Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang mengakui, visi misi tidak mungkin bisa terpenuhi sesuai yang direncanakan. Sebab terbatasnya masa jabatan yang tidak penuh sampai 5 tahun.

“Visi misi ini kita tak mungkin sampai 100 persen. Itu mustahil, karena kita tidak sampai 5 tahun paling hanya 80-90 persen. Karena periode kami hanya 3,5 tahun saja,” terangnya, Rabu (16/2).

Meskipun demikian, pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin. Strategis yang dilakukan, bersama-sama membangun Kaltara. Bersama seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) melaksanakan visi misi secara bertahap tiap tahun.

“Targetnya persoalan lapangan kerja dan menurunkan angka kemiskinan. Serta membangun ekonomi kreatif masyarakat. Di mana 2021 lalu ada 24 prestasi kita buat dan tahun ini harus meningkat,” harapnya.

Wakil Gubernur Kaltara Yansen Tipa Padan menambahkan, ada dua hal yang perlu disampaikan. Pertama, tentang penyelenggaraan pemerintahan, substantif bekerjasama dengan pihak kabupaten dan kota. Kemudian berbagai elemen masyarakat. Hal itu, bagian yang bisa memperlihatkan keberhasilan.

Kedua, yang berkenaan dengan visi dan misi. Kata dia, bukan berarti kebersamaan dengan pihak-pihak itu tidak berkaitan visi dan misi. Tapi, bagaimana visi dan misi itu bisa diterjemahkan oleh OPD.

“Ini yang saya kira perlu dipahami oleh masyarakat dengan baik. Jangan visi dan misi itu menghitung satu per satu. Jadi tidak sesederhana itu membangun. Kalau kita mau melihat keberhasilan, paling tidak ada empat komponen. Meliputi, bagaimana rasa hatinya, rasa pikiran, perilaku dan tindakan,” jelasnya.

Soal keberhasilan pembangunan yang dilaksanakan Gubernur dan Wakil Gubernur Kaltara, tidak serta merta menghitung satu per satu. Yang perlu diperhatikan visi misi, aksesibilitas dan pembangunan. Jika dari visi, inikan jelas muncul. Tinggal dituangkan dalam pelaksanaan. Karena membangun itu tidak seperti orang membalik telapak tangan, tentu ada proses.

Saat ini, hubungan pimpinan dengan atasan termasuk hubungan provinsi dengan kabupaten/kota. Berjalan dengan baik dan terjadi harmonisasi. “Saya pikir itu modal awal. Sekarang kita sudah melakukannya. Ini bisa kita nilai sebagai keberhasilan,” ungkapnya.

Terdapat banyak pengaruh positif, mulai dari terciptanya lapangan kerja dan munculnya sumber pendapatan serta tingginya daya beli masyarakat. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru