TANJUNG SELOR – Tuntas sudah perhelatan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) I Kaltara yang digelar sejak 17-23 Desember 2022, di Kabupaten Bulungan dan Kota Tarakan sebagai tuan rumah.
Penutupan multievent olahraga pertama kali terlaksana di Kaltara ini, berlangsung di Stadion Andi Tjatjo Tanjung Selor, Jumat (23/12) sore. Porprov I ini, Kota Tarakan didaulat sebagai juara umum, karena berhasil menjadi pengumpul medali terbanyak dari 4 kabupaten lainnya. Total seluruh medali yang sudah dibagikan selama Porprov berlangsung, sebanyak 1.008 keping.
Tarakan mengumpulkan 280 medali (103 emas, 99 perak, 78 perunggu). Pada peringkat kedua menjadi milik Kabupaten Bulungan, yang memperoleh 225 medali (76 emas, 64 perak, 85 perunggu). Selanjutnya, Kabupaten Nunukan harus puas berada di peringkat ketiga, dengan 192 medali (60 emas, 55 perak, 77 perunggu).
Sementara Kabupaten Malinau mengumpulkan 191 medali (33 emas, 55 perak, 104 perunggu). Kabupaten Tana Tidung menjadi peringkat paling akhir, dengan mengumpulkan 199 medali (30 emas, 29 perak, 60 perunggu). Torehan medali tersebut, merupakan kelas tanding yang diperhitungkan dalam PON XXI 2024 yang memenuhi syarat kepesertaan, selengkapnya info grafis.
Ketua Pengurus Besar (PB) Porprov I Kaltara Syarwani menyampaikan apresiasi rhadap pelaksanaan yang tetap mengedepankan sportivitas. Pelaksanaan Porprov ini telah diikuti 2.776 peserta. Tergabung dalam para atlet, official dan seluruh perangkat pertandingan.
“Hingga berakhir Porprov ini, perolehan medali paling banyak diraih Kontingen Tarakan. Dengan 280 medali, terdiri dari 103 emas, 99 perak dan 78 perunggu,” sebut pria yang juga merupakan Bupati Bulungan ini.
Selama pelaksanaan Porprov, menurut dia, tentu ada evaluasi yang dilakukan. Terutama soal fasilitas sarana dan prasarana olahraga yang ada saat ini. Ke depannya akan terus ditingkatkan, sehingga beberapa cabang olahraga (cabor) yang belum terakomodir tahun ini bisa ditambahkan untuk perhelatan Porprov berikutnya.
“Iya, evaluasi tentu pada sarana dan prasarana olahraga. Khususnya untuk tuan rumah (Kabupaten Bulungan dan Kota Tarakan), masih banyak yang perlu dibenahi. Kita tidak hentinya menyampaikan permohonan maaf, atas kekurangan yang kita miliki,” ungkapnya.
Evaluasi ini tentu akan disampaikan ke Gubernur Kaltara. Mengenai venue yang masih terbatas saat ini oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan, tentu menjadi perhatian untuk diusulkan pada anggaran tahun depan.
“Kita akan melihat pada kemampuan keuangan daerah. Adapun venue yang menjadi perhatian pemerintah daerah, khususnya pada cabor yang meraih prestasi maksimal, seperti sepak bola. Kita akan upayakan untuk perbaikan dengan melihat kondisi keuangan daerah,” tuturnya.
UPAYAKAN 2 PERSEN DANA OLAHRAGA DARI APBN
Porprov I Kaltara resmi ditutup, Jumat (23/12). Namun perhelatan olahraga maupun pembinaan atlet diharap tidak sampai di situ saja.
Bahkan tahun 2023 mendatang, anggaran olahraga sudah masuk dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). “Alhamdulillah anggarannya meningkat 10 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Artinya, pembinaan olahraga lebih meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya,” ungkap Ketua Komite III DPD RI Hasan Basri, Jumat (23/12).
Ia berharap, ke depan Kemenpora dapat memberikan pembinaan kepada seluruh cabang olahraga di Kaltara. Tak hanya itu, ia menegaskan agar Pemprov Kaltara mendukung secara penuh kegiatan yang berkaitan dengan olahraga. Menurutnya, pembinaan olahraga ini tidak dapat berjalan dengan baik tanpa adanya dukungan dari pemerintah pusat maupun daerah.
“Detailnya saya belum cek. Tapi yang jelas nilainya hampir mendekati Rp 3 triliun. Ada bantuan dalam bentuk dana olahraga dan lain sebagainya,” jelasnya.
Hasan Basri mengatakan, beberapa waktu lalu sempat melakukan revisi undang-undang terkait olahraga tahun 2005. Pihaknya menginginkan dana Kemenpora sama seperti dana dari kementerian lainnya. Seperti anggaran Kementerian Pendidikan 20 persen dan Kementerian Kesehatan 10 persen, disumbangkan untuk olahraga.
“Kami pada saat itu minta paling tidak dana olahraga 2 persen dari APBN. Tetapi saat itu, Kementerian terkait tak bisa sementara waktu karena keterbatasan APBN. Kami masih ajukan 2 persen tapi ditolak lagi. Tapi bukan berarti tidak ada jalan lain. Kami minta BUMN yang ada di pusat dan daerah, dapat menjadi bapak angkat olahraga di daerah,” harapnya.
Ia mencontohkan, ada salah satu bank BUMN yang mendukung cabor Bulutangkis. Menurutnya, banyak cabor yang memadai untuk diunggulkan membawa nama baik Kaltara.
“Karena saya Komite III, maka kami akan perjuangkan hal ini. Kami minta agar ada perhatian khusus. Kalaupun ada permohonan kita siap terima kapan saja. Walaupun kita provinsi yang baru terbentuk, saya minta atlet tetap semangat. Baik di ajang provinsi, nasional maupun internasional,” pesannya. (kn-2)
Medali PORPROV I Kaltara 23 Desember 2022
Kabupaten/Kota Emas Perak Perunggu Total
TARAKAN 103 99 78 280
BULUNGAN 76 64 85 225
NUNUKAN 60 55 77 192
MALINAU 33 55 104 192
TANA TIDUNG 30 29 60 119
TOTAL SELURUHNYA 302 302 404 1.008
Keterangan: Berdasarkan Kelas/Nomor Tanding PON XXI 2024
Medali PORPROV I Kaltara 23 Desember 2022
Kabupaten/Kota Emas Perak Perunggu Total
TARAKAN 131 124 109 364
BULUNGAN 87 74 136 297
NUNUKAN 66 63 88 217
MALINAU 48 61 116 225
TANA TIDUNG 37 42 80 159
TOTAL SELURUHNYA 369 364 529 1.262
Keterangan: Berdasarkan Kelas/Nomor Tanding PON XXI dan Non PON


