TANJUNG SELOR – Tanggul pengolahan limbah batu bara milik PT Lamindo Inter Multikon jebol, pada Selasa (31/1) lalu. Lokasi tersebut berada di Jalan Lamindo RT 01 Kampung Kuala Lumpur Desa Bunyi Barat, Kabupaten Bulungan.
Masyarakat setempat sudah sering melaporkan perusahaan batu bara itu. Apalagi, tanggul yang dibangun sangat rawan. Akibat jebolnya tanggul, sebanyak 7 unit rumah tempat tinggal terkena dampak. Selain itu, 1 unit dari 7 unit rumah tersebut hanyut.
Kemudian, 43 unit rumah kebun (bukan tempat tinggal tetap) juga terkena dampak. Termasuk beberapa hektare kebun milik warga yang masih terendam lumpur dan pasir.
Menyikapi hal tersebut, Bupati Bulungan Syarwani mengakui, telah menerima laporan tersebut. Saat ini, instansi terkait bersama stakeholder lainnya tengah mengklarifikasi dan turun ke lapangan untuk melihat kondisi secara langsung.
“Kami akan mencari solusi dan didiskusikan terkait langkah yang tepat,” ujar Syarwani, Rabu (1/2).
Jika jebolnya tanggul pengolahan limbah batu bara, akibat kelalaian dari perusahaan. Maka ada aturan yang mengatur. Perusahaan diminta untuk mengembalikan kondisi sampai normal dan akan ada sanksi yang diberikan. Namun, perlu kajian dan pemeriksaan oleh pihak terkait.
“Keluhan masyarakat baru sebatas laporan terjadi pencemaran lingkungan. Tapi kita harus kaji dulu,” ungkap Syarwani.
Terjadinya tanggul jebol pun masih menjadi penyelidikan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bulungan. Pihaknya juga belum bisa pastikan, ini akibat alam atau karena tidak tersedianya sarana pengolahan limbah yang memadai sesuai standar. Apalagi, itu menjadi kewajiban perusahaan. Bahwa setiap kegiatan perusahaan yang berkaitan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL), harus berkewajiban di lokasi.
“Sampai sekarang belum diketahui berapa rumah atau lahan yang terdampak. Kami masih melakukan koordinasi,” imbuhnya.
Sementara itu, Kapolresta Bulungan Kombes Pol Agus Nugraha mengungkapkan, tim sudah ke lokasi dan melakukan investigasi. Pihaknya masih melakukan penyelidikan. “Tim juga baru mendatangi lokasi, jadi belum ada informasi sementara yang kami terima. Tim masih bekerja,” singkatnya. (kn-2)


