Saturday, 25 April, 2026

Aktifkan Kembali Posko Pintu Masuk KTT

TIDENG PALE – Sebagai antisipasi kembali terjadi lonjakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Pemerintah Kabupaten Tana Tidung (KTT), kembali mengaktifkan posko-posko, baik pintu masuk melalui darat maupun sungai.

Pengetatan wilayah pintu masuk, dampak dari adanya penambahan kasus baru. Setelah sebelumnya sempat zero selama empat bulan terakhir. Terhitung awal Februari ini, terdeteksi sekitar 12 orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Pasien tersebut merupakan pelaku perjalanan dari Surabaya, Jawa Timur. Sebagian pasien lain merupakan kontak erat. Juru Bicara Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 KTT Letkol Czi Tri Prio Utomo mengungkapkan, dalam waktu dekat posko akan kembali diaktifkan. Seperti di Pelabuhan Tideng Pale dan Sesayap Hilir, Jalur Bebatu, Tana Lia dan jalan darat penghubung KTT-Malinau.

Menurut Tri, langkah yang dilakukan di posko-posko nantinya seperti vaksinasi langsung di tempat. Bagi warga yang belum divaksin. Terutama warga yang belum vaksin sama sekali atau baru untuk dosis I.

“Kalau untuk vaksin ketiga atau Booster kita sosialisasikan terlebih dahulu. Karena, perlu waktu selama enam bulan usai divaksin tahap dua,” terang pria yang juga menjabat sebagai Dandim 0914 Tana Tidung.

Bahkan, diposka akan diperiksa kartu vaksinasi oleh petugas, yang tergabung dalam Satgas penanganan Covid-19. Dandim menambahkan, selama ini imbauan masih digalakkan perihal penerapan prokes.

Upaya ini sebagai antisipasi lonjakan kasus pada bulan-bulan yang akan datang. “Satgas berupaya, setiap posko nantinya pengecekan bisa menggunakan aplikasi Pedulilindungi. Belum ada tindakan karantina khusus kali ini, namun lebih mengedepankan upaya humanis dengan mengecek kartu vaksinasi,” ungkapnya.

Berdasarkan data yang terupdate pada Kamis (10/2), jumlah pasien yang positif sebanyak 12 pasien. Angkanya bukan tiap hari, ini jumlah akumulasi sejak awal Februari. Pasien yang positif Covid-19, informasinya sebagian masih melakukan proses pemulihan di RSUD dr Akhmad Berahim. Sementara yang gejala ringan memilih untuk karantina mandiri, di bawah pantauan Satgas. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru