TANJUNG SELOR – Provinsi Kalimantan Utara mencatatkan indikator pembangunan ekonomi yang berbanding lurus terhadap kesejahteraan sosial masyaraka, pada triwulan III 2023.
Hal ini tercermin dari grafik positif pertumbuhan ekonomi dan penurunan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada periode yang sama. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara Mas’ud Rifai mengungkapkan, TPT mengalami penurunan dalam tiga tahun terakhir. Baik dari sisi persentase maupun jumlah absolut.
Sebelumnya, potret pengangguran di Agustus 2022 sebesar 4,97 persen atau sebanyak 17,3 ribu orang. Angka ini menurun, jadi 4,58 persen atau 16,2 ribu orang pada tahun 2021. Bahkan, menurun kembali pada tahun 2022 sebesar 4,33 persen atau 16 ribu orang.
Terakhir pada Agustus 2023, persentase pengangguran 4,01 persen atau 15,6 ribu orang. Potret pengangguran di Kaltara masih di bawah angka nasional sebesar 5,32 persen.
“Pertumbuhan ekonomi mendorong penciptaan lapangan kerja, berdampak pada penurunan tingkat pengangguran,” jelas Mas’ud, Kamis (23/11) lalu.
Berdasarkan wilayah, tingkat pengangguran di perkotaan pun alami penurunan dalam tiga tahun terakhir. Dari 5,74 persen menjadi 4,64 persen. Namun, pemerintah perlu memberi atensi khusus terhadap tingkat pengangguran di perdesaan.
Kendati angkanya menurun dalam tiga tahun terakhir, terjadi peningkatan pada tahun 2023. Dibandingkan tahun sebelumnya atau dari 2,48 persen menjadi 2,99 persen. Dari 372 ribu penduduk bekerja di Kaltara, mayoritas atau 33 persen ada di sektor pertanian.
Empat lapangan usaha lain yang menyerap tenaga kerja terbesar pada pendataan Agustus 2023 dari sektor perdagangan 15,98 persen, administrasi pemerintahan 8,94 persen, akomodasi dan makan minum 6,77 persen dan industri pengolahan 6,58 persen.
“Jika kita amati, ada penurunan penyerapan tenaga kerja pada sejumlah sektor. Meliputi sektor pertanian, industri pengolahan, pertambangan dan penggalian, jasa pendidikan, jasa kesehatan dan kegiatan sosial serta informasi dan komunikasi,” sebutnya. (kn-2)


