TARAKAN – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kaltara menginginkan hasil pemungutan suara yang cepat, pada Pemilu 2024 mendatang. Meskipun ada mekanisme Komisi Pemilihan Umum (KPU), dalam proses penghitungan cepat.
Hal ini nantinya, untuk mengantisipasi adanya pelanggaran Pemilu. “Memang di KPU ada perhitungan cepat. Tapi tetap memperhatikan adil, transparan dan keamanan data. Kami berharap prosesnya lebih singkat. Kemudian surat suara yang terlalu banyak. S ehingga ada proses buka tutup surat suara. Itu juga jadi bahan evaluasi oleh KPU,” terang Ketua Bawaslu Kaltara Suryani, usai melakukan sosialisasi kawasan Pemilu partisipatif dengan stakeholder di Tarakan, Senin (3/10).
Dua proses tersebut diharapkan bisa dipermudah oleh KPU. Sebagai contoh, surat suara diharapkan hanya dibuka sekali, dan tidak lagi dilipat 5 kali. Menurutnya, proses tersebut bisa saja terus berkembang, asal sesuai dengan regulasi.
Proses itu sudah ditemukan dan menghambat Pemilu. Sehingga menjadi konsentrasi Bawaslu Kaltara untuk mengantisipasi pelanggaran yang sama. “Ini menjadi konsentrasi untuk diatasi dan tidak terjadi lagi,” tegasnya.
Bawaslu Kaltara tetap menyiapkan pengawasan pada saat Pemilu mendatang. Untuk menghindari kecurangan maupun pelanggaran Pemilu. Suryani menegaskan, tidak boleh berfokus pada kuantitas daripada hasil suara. Namun juga kualitas hasil suara harus ditingkatkan.
“Semua berkembang. Saya kira dinamika tidak berhenti di sini. Bawaslu dan KPU dengan masing-masing kewenangan melakukan perbaikan. Kami berharap Pemilu serentak, membuat kami lebih siap lagi,” ungkapnya.
Menurut Suryani, ada pelanggaran etik, administrasi, pidana dan netralitas ASN sudah ditemukan Bawaslu Kaltara. Semua jenis pelanggaran tersebut, dimungkinkan akan terjadi kembali di Pemilu mendatang.
Peran media massa juga diharap Bawaslu Kaltara bisa memantau tahapan Pemilu. Pihaknya terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat, terkait menghapus pelanggaran Pemilu. (kn-2)


