Friday, 8 May, 2026

APBD Perubahan Diusulkan Rp 2,7 Triliun

TANJUNG SELOR – Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Perubahan 2022 mengalami kenaikan. Hal tersebut disampaikan Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara) Zainal Arifin Paliwang saat menghadiri paripurna penyampaian APBD Perubahan 2022, Senin (29/8).

Berdasarkan penyampaian Pemprov Kaltara, alokasi Belanja Daerah dalam APBD Tahun Anggaran 2022, semula ditetapkan sebesar Rp 2.404.941.922.372,00. Bertambah 16 persen atau Rp 375.548.967.338,00. Sehingga menjadi Rp 2.780.490.889.710,00.

Zainal mengakui, APBD perubahan memang alami kenaikan, ada pada belanja APBD. APBD perubahan tahun ini, fokus Pemprov Kaltara untuk pelayanan dasar. Seperti infrastruktur, pendidikan, kesehatan dan jalan.

“Yang menjadi fokus di APBD perubahan, merupakan kegiatan yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Bisa dinikmati masyarakat. Jadi harus tepat sasaran bukan asal-asalan,” jelasnya.

Gubernur memiliki keinginan, diakomodir semua yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat. Namun, perlu memperhatikan kemampuan APBD. Saat ini, pihaknya juga terus menggenjot realisasi APBD hingga akhir tahun. Mengingat target seharusnya 50 persen. Akan tetapi hingga saat ini, masih 42 persen.

“Saya minta seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) bisa turun langsung ke lapangan serta kegiatan harus berjalan.  Kita harus memperhatikan kualitas dari apa yang dikerjakan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) Kaltara Denny Harianto menambahkan, kenaikan APBD perubahan ada pada penambahan belanja bantuan keuangan, yang diperuntukkan untuk guru. Untuk membayar guru sebesar Rp 17 miliar.

“Itu ada tambahan sampai akhir tahun. Yang lain termasuk belanja modal dan menyesuaikan dengan aturan yang ada,” singkatnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru