TARAKAN – Ditpolairud Polda Kaltara, Satbrimob Polda Kaltara dan Kantor SAR Tarakan melakukan latihan peningkatan kemampuan, Kamis (27/10).
Pelatihan ini dilakukan karena angka kecelakaan di perairan sangat tinggi. Ada sekitar 40 personel yang terlibat dalam latihan tersebut. “Jadi bila ada kejadian besar, kapal hilang atau tubrukan di laut, kami bisa sinergi untuk melaksanakan. Sehingga personel tahu harus berbuat apa. Ada teknik rapling jump dan heli jump,” terang Kapolda Kaltara Irjen Pol Daniel Adityajaya melalui Direktur Polairud Kombespol Bambang Wiriawan.
Ia menegaskan, jika tidak ada keterampilan tersebut bisa membahayakan personel maupun korban saat dilakukan pertolongan. Ia mengakui, alutsista milik kantor SAR Tarakan sangat lengkap. Tinggal bekerjasama dengan helikopter milik Ditpolairud Polda Kaltara. Sehingga cepat dalam penanganan pertolongan korban.
“Helikopter tidak ada hoist (komponen pendukung penugasan helikopter, Red). Sehingga kami nanti minta ke Jakarta, agar heli di sini dibekali dengan hoist,” ujarnya.
Latihan bersama akan terus dilanjutkan, agar personel semakin mahir dan pintar. Skenario dalam kondisi apapun, termasuk menggunakan kapal akan dilanjutkan pada Januari 2023 mendatang.
Menurutnya, personel Polda Kaltara dan kantor SAR Tarakan sangat terampil. Sebab didukung oleh alutsista, diantaranya memiliki kapal dan alat selam yang lengkap. Hanya saja tinggal disimulasikan, agar semakin mahir.
“Kami bersama-sama terlibat. Jadi jika ada kejadian bisa bersama-sama bergerak,” imbuhnya.
Disela-sela latihan tersebut, pihaknya bertemu dengan Police Marine Diraja Malaysia di depan Pelabuhan Tunon Taka, Nunukan. Tujuannya saling bertukar informasi terkait dugaan penyeludupan narkotika, pekerja migran Indonesia, masalah perikanan dan terkait batas wilayah.
“Kadang kan ada nelayan Malaysia masuk ke wilayah kita. Maka perlu penanganan yang tidak perlu dibahas di tingkat pusat. Sama juga nelayan Indonesia yang sempat masuk ke wilayah Malaysia, karena menghindari rumput laut,” jelasnya.
Hal yang sama ditegaskan Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Tarakan Syahril. Menurutnya, latihan bersama ini mendukung kemampuan personel dalam kesiapsiagaan pertolongan. Sehingga jika ada kejadian membahayakan, teknik penyelamatan heli rapling dan jump semakin baik.
“Jadi ada skenario korban di perairan, di tolong personel yang ada dari atas helikopter. Sehingga bisa cepat menjangkau korban di TKP,” singkatnya. (kn-2)


