Camat Bubutan Kartika Indrayana punya kegemaran bercocok tanam. Hobi itu pula yang membuatnya mengenal kaktus centong jenis opuntia gomei. Itulah kaktus yang kriuk-kriuk.
DIAN WAHYU PRATAMA, Surabaya
SEJAK kecil Kartika Indrayana senang berkebun. Yang ditanam mulai sayuran hingga tanaman hias. Kecintaannya pun tak pernah surut. Tanaman-tanaman itu dijajar dengan rapi. Dia merawat klangenannya tersebut dengan begitu tekun.
Hobi Indra –panggilan Kartika Indrayana– juga disalurkan di kantor. Lihat saja rooftop lantai 3 kantornya di Kecamatan Bubutan. Di sana dia membudidayakan kaktus centong jenis opuntia gomei.
Indra mengungkapkan, perkenalannya dengan kaktus opuntia gomei terjadi pada Januari tahun lalu. Saat itu dia masih bertugas di Badan Kepegawaian Daerah (BKD). “Saya suka melihat vlog keluarga di luar negeri. Kebetulan, waktu itu ada vlog orang Indonesia yang tinggal di Meksiko sedang memasak kaktus opuntia gomei,” paparnya.
Setelah melihat vlog tersebut, rasa penasaran Indra terhadap kaktus opuntia gomei sangat tinggi. Untuk menjawab rasa penasaran, camat Bubutan itu mencari informasi tentang kaktus opuntia gomei. “Setelah tahu banyak manfaatnya, saya langsung pesan satu di toko online untuk dibudidayakan,” ungkapnya.
Mulanya Indra hanya membudidayakan di rumah. Namun, pada Oktober tahun lalu, ketika mulai ditugaskan menjadi camat Bubutan, Indra memiliki gagasan ingin mengembangkan kaktus di wilayahnya.
Untuk memberikan percontohan kepada masyarakat, akhirnya pada November tahun lalu, pria 54 tahun itu membudidayakan kaktus di rooftop lantai 3 kantornya. “Semula hanya satu, tapi sekarang sudah berjumlah 20 lebih,” katanya.
Cara menanamnya tidak sulit. Namun, untuk mempercepat pertumbuhan kaktus, diperlukan media tanam khusus. Di antaranya, pumis batu apung yang menjadi kerikil, pasir, sekam bakar, pupuk kandang yang sudah difermentasi, serta tanah. Selain itu, untuk perawatannya, hanya perlu disiram sehari sekali. Agar berkembang biak dengan baik, daun yang sudah tua dipotong, lalu ditanam lagi.
Perlu waktu sekitar dua bulan bagi kaktus opuntia gomei bisa tumbuh dan siap dimakan. Untuk bisa dimakan, dipilih kaktus yang muda, lalu durinya dihilangkan terlebih dahulu dengan cara dipotong. Setelah bersih dari duri, kaktus tersebut dipotong kecil-kecil. Lalu, siap disantap secara langsung atau menggunakan bumbu rujak. “Rasanya seperti mangga muda,” terang Indra yang siang itu menikmati sepotong kaktus.
Selain disantap secara langsung, kaktus bisa dimasak untuk ditambahkan pada sayuran. Kaktus opontia gomei memiliki banyak manfaat. Di antaranya, bagus untuk pencernaan serta mencegah kanker.
Selain itu, kaktus tidak mudah rusak bila disimpan di dalam kulkas. Bisa tahan hingga seminggu. Kondisi cuaca di Surabaya yang mendukung membuat budi daya kaktus bisa dilakukan.
Melalui media sosial, camat yang juga pandai menciptakan lagu tersebut gencar mempromosikan budi daya kaktus kepada publik. Tak hanya itu, setiap orang yang berkunjung ke kantor Kecamatan Bubutan juga diajak berwisata sejenak melihat budi daya serta merasakan kenikmatan kaktus. Ketika berkunjung ke sana, Jawa Pos juga merasakan sedapnya kaktus opontia gomei disantap secara langsung.
Dia menargetkan, rencana tersebut bisa terealisasi tahun ini. Indra juga berharap di Surabaya, khususnya Bubutan, bisa terbentuk kampung kaktus. (*/c7/git/jpg)


