NUNUKAN – Vaksinasi terhadap anak di Nunukan, hingga saat ini belum mencapai 100 persen. Dikarenakan masih banyak orang tua menolak anaknya divaksin.
Meskipun sudah tersedia beberapa gerai vaksin. Orang tua tidak memiliki inisiatif membawa anaknya untuk menerima vaksin Covid-19. “Terlebih saat ini pembelajaran daring. Ketika belajar tatap muka, kita bisa tekan dengan larangan ikut pembelajaran misalnya. Kalau daring, tidak bisa dilakukan,” jelas Kapolres Nunukan AKBP Ricky Hadianto, Senin (7/3).
Sementara ini, pencapaian vaksinasi anak masih 80 persen. Dari total sasaran 20.524 anak. Menurut Ricky, masa pembelajaran daring semakin susah meyakinkan orang tua. Sehingga dibutuhkan langkah khusus, agar pencapaian segera terselesaikan. Alasan penolakan pun beragam, orang tuanya tidak tega anaknya disuntik vaksin, menghindar, dan ada yang menunggu vaksin berhadiah sembako.
“Ternyata banyak masyarakat menunggu sembako, baru mau vaksin,” imbuhnya.
Salah satu terobosan yang dilakukan, untuk mencegah sebaran dan penularan Covid-19. Pemberian vaksin bagi para pendatang, yang mayoritas menggunakan transportasi laut. Vaksinasi di Pelabuhan Tunon Taka digalakkan dengan syarat, pendatang harus sudah vaksin.
“Jika belum vaksin, mereka diberikan vaksin petugas KKP Pelabuhan Tunon Taka. Itu langkah pencegahan, karena kebanyakan kasus di Nunukan merupakan kasus dari kedatangan luar pulau,” jelasnya.
Yang menjadi persoalan, sebagian warga yang masuk Nunukan tidak memiliki handphone dan aplikasi Pedulilindungi. Sehingga data harus dicek secara manual. (kn-2)


