TARAKAN – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan membenahi alur layanan kunjungan maupun penitipan barang berupa makanan. Sebelumnya alur layanan pengunjung diberlakukan secara manual.
Kepala Lapas Kelas IIA Tarakan Sutarno mengatakan, saat ini alur pelayanan bagi pengunjung dikembangkan berupa digitalisasi. Salah satu tujuannya, untuk mengurai banyaknya pengunjung yang akan membesuk warga binaan.
“Dengan adanya digitalisasi ini semakin cepat dan transparan. Sehingga pengunjung merasakan pelayanan kami lebih baik dibanding sebelumnya,” jelasnya, Jumat (1/12).
Ia menjelaskan, bagi pembesuk yang akan berkunjung ke lapas terlebih dahulu mengambil nomor antrean dan mengisi formulir layanan kunjungan atau penitipan barang dan makanan. Setelah itu, pengunjung diarahkan ke tuang tunggu untuk selanjutnya melakukan pendaftaran layanan.
Selanjutnya pengunjung akan diarahkan ke pintu utama masuk ke Lapas Kelas IIA Tarakan. Tak sampai disitu, barang bawaan maupun barang titipan pengunjung dimasukan ke dalam mesin X-Ray untuk dilakukan pemeriksaan. Sementara badan pengunjung juga dilakukan pemeriksaan oleh petugas lapas.
“Sangat sederhana, teliti dan ringkas. Barang dan badan pengunjung diperiksa. Barang juga diperiksa secara manual, bukan hanya X-Ray,” ungkapnya.
Ia juga memastikan, pengunjung bisa bertemui dengan warga binaan usai melalui alur pelayanan dengan benar. Pemberlakuan pelayanan ini berupa digitalisasi layanan kunjungan. Ia mengaku, selama penerapan alur pengunjung yang baru ini, pengunjung bisa terlayani secara maksimal.
Rata-rata, jumlah pengunjung per harinya mencapai 60-80 orang. Diketahui, pengunjung hanya bisa membesuk warga binaan, kecuali di hari Jumat dan Minggu. Pihaknya tak menampik, ada lonjakan pengunjung sejak adanya perubahan alur pelayanan pengunjung berbasis digitalisasi. (kn-2)


