Wednesday, 24 June, 2026

Benahi Pelayanan Rute Internasional

TARAKAN – Pelabuhan Malundung kembali mengoperasikan rute internasional Tarakan Tawau, Senin (27/11). Armada berupa Kapal Indomaya perdana memberangkatkan sejumlah 18 penumpang tujuan Tawau, Malaysia.

General Manager (GM) PT Pelindo IV Regional Tarakan Rio Dwi Santoso menjelaskan, pelayaran internasional di hari pertama masih ada beberapa evaluasi. Salah satu keluhan penumpang yang menginginkan kantin di dalam armada. “Kalau tiket kita sudah gampang aksesnya. Secara online juga ada, yang go show juga ada,” jelasnya, Senin (27/11).

Pada keberangkatan ini, penumpang didominasi bukan warga Tarakan. Melainkan dari Papua dan Berau. Disinggung minimnya jumlah penumpang, menurutnya sosialisasi yang dilakukan sudah cukup masif. Menurutnya, rute internasional merupakan perjalanan yang panjang. Sehingga membutuhkan persiapan dari penumpang itu sendiri.

“Sosialisasi sudah cukup, apalagi mayoritas yang berangkat bukan dari Tarakan malahan. Ya perkiraan saya dua Minggu ke depan sudah ramai. Apalagi jelang Natal dan Tahun Baru,” harapnya.

Terbatasnya sarana dan prasarana di konter pemeriksaan khususnya Imigrasi. Sejauh ini, pihaknya telah menerapkan sesuai permintaan dari Imigrasi. Namun, diakuinya masih banyak yang perlu dibenahi.

“Ya masih ada ruanglah untuk ditambah-tambah. Kita sambil jalan dulu. Idealnya memang dua jalur. Kami juga akan rehab pelabuhan,” ucapnya.

Kasi Lalu Lintas dan Izin Tinggal Keimigrasian Kantor Imigrasi Tarakan Mursalim mengatakan, dari 18 penumpang, 2 orang diantaranya merupakan Warga Negara Asing (WNA). Pihaknya melakukan serangkaian pemeriksaan dokumen perjalanan ke luar negeri terhadap keseluruhan penumpang. Seperti, jika penumpang WNA harus menunjukkan paspor dan izin tinggal yang dimiliki.

“Seluruhnya kepentingan untuk bepergian (liburan). Tidak ada yang untuk bekerja,” katanya.

Pada konter pemeriksaan, masih menggunakan sarana dan prasarana yang terbatas. Saat ini, terdapat sistem Boarder Counter Management (BCM) dan perangkat kantor untuk mengecek status WNA yang akan berangkat. “Masih terbatas karena ini perdana dibukanya kembali (rute internasional). Kami tetap koordinasi ke Pelindo terkait sarpras penunjang ke depan,” tegasnya.

Mursalim mengatakan, jalur kedatangan dan keberangkatan masih menjadi satu. Tak hanya itu, dari sisi counter bank untuk pembelian Visa on Arrival (VoA) juga belum banyak tersedia. Sehingga, pihaknya akan terus melakukan koordinasi dengan Pelindo untuk penambahan sarana dan prasarana.

Pijaknya akan fokus terhadap Warga Negara Indonesia (WNI) yang berangkat. Hal ini untuk mengantisipasi adanya jalur ilegal.

“Semua kelengkapan berkas kita cek. Tujuan keberangkatannya juga. Ini sudah arahan dari Dirjen untuk TKI non prosedur pasti akan kita pantau lebih ekstra,” tutupnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru