Berpengalaman panjang menangani riasan sejumlah pesohor papan atas dan keluarga beberapa menteri, merias Ibu Negara tetap membuat Benu Sorumba sempat gemetar. Tantangan terbesarnya, hanya diberi waktu satu jam untuk me-make up.
HASRUDDIN LAUMARA-KAMALUDDIN, Konawe Selatan
ADA tangan terampil nun dari Sulawesi Tenggara di balik penampilan Ibu Negara Iriana Jokowi di peringatan Hari Kemerdekaan.
Tangan terampil yang bisa dibilang telah jadi langganan keluarga besar RI 1.
Benu Sorumba, make-up artist (MUA) yang dimaksud, pernah merias putri Presiden Joko Widodo (Jokowi)- Ibu Negara Iriana, Kahiyang Ayu. Alumnus SMKK (kini SMKN 3 Kendari, Red) tersebut juga pernah me-make up adik Kahiyang, Kaesang Pangarep, saat menikah dengan Erina Gudono.
Adalah Kahiyang pula yang kemudian ”membawa” Benu ke Istana Merdeka pada 17 Agustus lalu.
Pada Maret 2023, pria kelahiran Desa Benua, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), itu dikontak istri Wali Kota Medan Bobby Nasution tersebut untuk kegiatan upacara hari kemerdekaan.
“Tapi, kala itu, Ibu Kahiyang tidak bilang kalau yang akan di-make up adalah Ibu Negara. Aku mikir make up itu hanya untuk Ibu Kahiyang,” ujar Benu kepada Kendari Pos melalui sambungan telepon pada Jumat (18/8) pekan lalu.
Putra bungsu pasangan Hasid Sorumba dan Jamala itu menuturkan, empat hari sebelum upacara hari kemer-dekaan, baru dia mendapat telepon dari staf kepresidenan. Staf tersebut menyampaikan bahwa dia diminta Ibu Negara menjadi juru make-up.
“Saat dihubungi sama staf kepresidenan, saya kaget, bangga, tapi juga deg-degan. Karena biasanya beliau punya staf khusus penata rambut dan make-up untuk kegiatan di Jakarta dan luar negeri,” tutur Benu.
Bakat dan pencapaian yang membawa Benu sampai titik sekarang ini. Dia memulainya dari nol saat memberanikan diri merantau ke Jakarta pada 2000. Sesampai ibu kota, dia bekerja di salon meski hanya menjadi office boy (OB) dan tenaga creambath.
Terjun di dunia tata rias bukanlah tujuan utamanya ketika itu, yang terpenting punya pekerjaan di tanah rantau. “Ini sudah jalan petunjuk dari Allah SWT. Walaupun saya OB, saya juga belajar merias. Setiap ada kesempatan, saya latihan dan belajar otodidak, akhirnya bisa,” kenangnya.
Benu pun bertekad terus mengepakkan karier. Dia melirik dunia akting dan mengikuti berbagai casting sinetron. “Saya bertemu Key Mangungso, sutradara sinetron Lupus dan dia meminta saya menjadi asisten MUA di Indosiar. Di sinilah awalnya saya berkarier sebagai MUA profesional,” imbuhnya.
Dari asisten dia kemudian dipercaya menjadi head make-up. “Saat itu Indosiar membuat sinetron sendiri,” akunya.
Karier pria kelahiran 6 Maret 1982 itu pun semakin berkibar. Dia kerap mendapat kesempatan merias sejumlah pesohor papan atas tanah air. Mulai Agnes Mo, Krisdayanti, Rossa, Mulan Jameela, hingga Syahrini.
Dia juga sering mendapat orderan merias aktris di acara pesta pernikahan. “Termasuk merias pada pernikahan Aurel (Hermansyah) dan Atta Halilintar, Lesti Kejora, dan Kiky Saputri,” katanya.
Benu juga tercatat meraih beragam penghargaan serta sertifikat. Kepak sayapnya pun semakin lebar dengan mendapat kepercayaan menangani riasan sejumlah anak dan istri para menteri. Baik dalam acara pernikahan maupun kegiatan resmi lain.
Sampai kemudian juga dipercaya menangani make-up anak-anak presiden hingga akhirnya sampai ke istana. Benu mengenang, pada hari H, dua jam sebelum waktunya merias, dirinya sudah berada di Istana Merdeka. Lalu, melewati proses pemeriksaan secara ketat.
“Saya difasilitasi 2 orang protokoler khusus istana dan 2 orang ajudan Ibu Negara. Saya diberi waktu satu jam merias,” katanya.
Dia datang pukul 04.00 dini hari karena harus disterilkan dan diperiksa terlebih dahulu. Ada dua anggota timnya yang mendampingi. Namun, yang boleh masuk di ruang rias hanya dua orang.
Tantangan bagi Benu adalah waktu merias yang terbilang sangat ketat. Sebab, Ibu Negara tidak mau berlama-lama make up. Dalam waktu satu jam, Benu harus merias ibu tiga anak tersebut dengan sentuhan natural dan elegan.
Padahal, di sisi lain, meski sudah sering merias pesohor atau sosok bernama besar, dia tetap merasa gemetar. Bagaimanapun, ini first lady yang harus dia rias.
Tantangan itu akhirnya berhasil dia selesaikan dengan baik. Dan, melihat kepuasan Ibu Negara akan karyanya, Benu mengaku bangga dan terharu. Menurutnya, ini adalah sebuah kehormatan dan pencapaian tertinggi dalam kariernya di dunia tata rias.
“Bahagia dan bangga pokoknya. Campur aduk,” katanya. (*/c6/ttg/jpg)


