Puluhan orang yang tergabung dalam DC Music menjalankan peran masing-masing di tengah padatnya jadwal Denny Caknan yang bisa manggung sampai 20 kali sebulan. Kedekatan bak keluarga di luar konteks konser pun jadi obat lelah mereka.
NARENDRA PRASETYA, Ngawi
KATA orang, di balik sukses seorang anak, ada ibu atau ayah hebat di belakangnya. Begitu pula keberhasilan seorang suami atau istri, ada peran istri atau suami di baliknya.
Bagaimana kalau di balik keberhasilan seorang penyanyi tenar?
Bisa karena kontribusi puluhan orang yang bekerja di baliknya. Seperti mereka yang berada di balik sukses penyanyi pop Jawa Denny Caknan. Ada 23 orang yang secara umum biasa disebut sebagai kru DC Music yang turut berkontribusi dengan peran berbeda-beda.
Di antaranya personel band pengiring, asisten, dan manajer. Mereka ikut wira-wiri mengikuti jadwal padat penyanyi asal Ngawi, Jawa Timur, tersebut.
“Jangankan pulang ke Klaten, balik ke Ngawi saja jarang,” kata Punjung Darmawan, salah seorang personel band pengiring penyanyi yang meroket berkat Kartonyono Medot Janji itu.
Setelah Didi Kempot meninggal, Denny Caknan-lah nama terbesar di khazanah pop Jawa saat ini. Basis penggemar pelantun Sugeng Dalu itu bahkan menjangkau mereka yang sehari-hari sebenarnya tak akrab dengan bahasa Jawa, dengan batasan usia dan latar belakang yang juga sangat lebar.
Denny juga piawai merawat basis penggemarnya itu. Selain lagu-lagu baru beserta video musik yang rutin dia rilis beserta podcast, dia juga menyapa mereka yang mengidolakannya lewat beragam platform. Yang terbaru adalah series Kalih Welasku.
Punjung asli Ngawi. Tapi, keluarganya berasal dari Klaten, kota di Jawa Tengah yang terletak 1,5 jam ke arah barat dari Ngawi. Rata-rata personel DC Music memang berasal dari Ngawi.
Tetapi, ada pula beberapa di antaranya yang berasal dari kota-kota di sekitar Ngawi, seperti Madiun, Nganjuk, dan Ponorogo. Rata-rata curhatan mereka pun sama seperti Punjung yang memainkan gitar akustik tersebut.
Curhatan yang menggambarkan betapa padatnya jadwal rangkaian tur penyanyi bernama asli Deni Setiawan itu. Maklum, dalam sebulan, penyanyi yang memiliki 5,5 juta subscriber di kanal YouTube-nya itu bisa manggung lebih dari 20 kali dan berpindah-pindah kota.
Tidak hanya di Pulau Jawa, sesekali juga ke luar pulau. Durasi komunitas alias kelompok orang-orang di belakangnya pun bisa lebih lama ketimbang sang bintang.
Selisih antarkota dalam setiap konsernya pun terkadang hanya berbeda hari. Ditambah lagi rute tur antarkota yang ditempuh dengan perjalanan darat. “Karena memang kami berpindah dengan jalur darat, dengan naik mobil,” sebut Wisnu Tri Dewantara, sopir Denny Caknan, dalam perbincangan dengan Jawa Pos pada Oktober lalu.
Biasanya, dalam setiap rangkaian tur, rombongan Denny diangkut dua mobil berjenis minibus. Satu minibus khusus untuk Denny, manajer, dan asistennya. Satu minibus yang lain untuk mengangkut personel DC Music. Termasuk di dalamnya ada Punjung.
Wisnu bertugas menyopiri minibus yang ditumpangi Denny. Sedangkan minibus yang berisi para personel DC Music biasanya disetiri kru lainnya bernama Dhimas Prasetyo. Dhimas pula yang bertugas sebagai pengganti Denny setiap kali sound check.
“Setiap kali konser di Pulau Jawa, saya yang nonstop menyopiri. Beda kalau ada undangan tur di luar Jawa, ya otomatis saya tidak nyopir,” kelakarnya.
Karena kebersamaan dalam waktu yang lama itu, kebersamaan mereka otomatis terbangun sangat erat. Tidak hanya ketika tur konser antarkota ataupun saat berada di markas DC Production di Pandansari, Grudo, Kecamatan Ngawi, di kabupaten ujung barat Jawa Timur itu. Di luar konteks manggung, ke-23 kru tersebut seperti sebuah keluarga.
Tidak jarang mereka datang ke acara-acara khusus bersama-sama. Seperti yang terjadi saat pernikahan Direktur Utama DC Production Didit Waskito Utomo akhir November lalu.
Ketika itu, semua awak DC Music dan DC Production datang berombongan dengan mengenakan beragam kostum yang unik. Termasuk Denny yang berdandan ala Joko Kendil. Selain itu, pada awal Desember lalu, Denny pun memboyong semua krunya untuk mendampingi dia dan keluarga saat menjalani umrah di Tanah Suci.
Momen-momen seperti itulah yang menurut Aprizal Wahyu Saputra, manajer Denny, yang jadi obat lelah orang-orang ”tim sukses” Denny Caknan itu. Soal padatnya jadwal ini, dia mengakui bahkan dirinya sendiri yang tak selalu mengikuti tur antarkota Denny Caknan saja sudah kelelahan.
“Setiap kali pulang ke Ngawi, pasti ada saja (kru) yang ngedrop,” kenang Apri, sapaan akrab sang manajer yang baru pindahan dari Jakarta ke Ngawi itu, dalam percakapan berbeda dengan Jawa Pos Selasa (3/1) lalu.
Selain kedekatan seperti keluarga, Apri menyebut pula momen-momen tertentu yang dianggapnya sebagai hadiah istimewa bagi para kru di balik Denny Caknan. Salah satunya saat pelantun Los Dol itu diundang manggung dalam konser Synchronize Fest 2022 di Gambir Expo pada 8 Oktober lalu.
“Bagi mereka, ini sebuah kebanggaan saat band musik lagu-lagu Jawa bisa naik panggung bergengsi Synchronize. Kebanggaan yang tidak bisa ditukar dengan apa pun,” sebut Apri. (*/c17/ttg/jpg)


