TANJUNG SELOR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kalimantan Utara (Kaltara) berupaya agar Rumah Sakit Jiwa (RSJ) bisa segera terbangun. Pasalnya, sampai saat ini belum ada anggaran yang bisa digunakan untuk membangun RSJ.
Kepala Dinkes Kaltara Usman mengatakan, masih berupaya untuk mendapatkan pendanaan pembangunan RSJ. Pihaknya mengupayakan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Apalagi, sudah ada rencana pertemuan dengan Kemenkes (Kementerian Kesehatan).
“Ada upaya kami dan itu akan dibahas dengan Kemenkes. Sempat tertunda, karena memang RJS ini menjadi prioritas untuk provinsi. Namun sepertinya itu bergeser lagi anggarannya,” terangnya, Selasa (18/7).
Adapun angggaran yang dibutuhkan untuk pembangunan RSJ, menurut Usman, sebesar Rp 200 miliar. Anggaran yang diperlukan sudah termasuk bangunan fisik dan alat kesehatan (Alkes). Sedangkan untuk lahan, diakui Usman telah disiapkan luas kurang lebih 10 hektare.
Pembangunan RSJ ini dirasa cukup penting untuk kaltara, karena sementara ini rumah sakit yang ada di Tarakan hanya sebagai tempat perawatan.
“Kadang over kapasitas, kalau kita lihat di beberapa provinsi yang ada memang ada khusus RSJ,” terangnya.
Dalam penanganan pasien dengan gangguan jiwa, membutuhkan perawatan rutin dan ekstra. Dikarenakan berbeda dengan pasien-pasien normal lainnya dalam penanganannya.
“Kalau pasien dengan gangguan jiwa itu membutuhkan perawatan yang cukup lama, perlu kesabaran, dan perilaku khusus. Sehingga memang harus ada RSJ,” harapnya.
Jika pembangunan RSJ terlaksana maka sangat dibutuhkan dokter spesialis dan tenaga medis. Namun hal itu nantinya akan ada secara bertahap. (kn-2)


