Thursday, 30 April, 2026

Cuaca Buruk Gelombang Tinggi Perlu Diwaspadai

TARAKAN – Pantauan Badan Meteorologi Klimatologi Geofisika (BMKG) Tarakan, gelombang tinggi terjadi sejak beberapa hari terakhir. Pada 8-9 Februari, gelombang mencapai 1,25-2,5 meter dengan kecepatan angin utara ke timur 4 sampai 20 knot per jam.

Kemarin (10/2), tinggi gelombang pun masih sama, hanya perkiraan angin yang menurun 3-15 knots. Prakirawan BMKG Kota Tarakan Totok Dwi Sucahyanto menjelaskan, gelombang tinggi ini dikarenakan angin kencang yang berasal dari arah Tenggara. “Pada dasarnya gelombang terbentuk karena angin lebih kencang. Angin itu biasanya 3 hingga 15 knots masuk kategori kencang, apalagi kondisi hujan,” jelasnya.

Mesti kerap merilis informasi cuaca, pihaknya juga bekerjasama dengan instansi lain agar bisa sampai ke masyarakat. Sosialisasi terus dilakukan, bahkan ke grup informasi BMKG untuk Kaltara. Yang di dalamnya juga ada para nelayan dan masyarakat.

“Gelombang saat ini sedang tinggi dan perlu diwaspadai. Tapi besok (hari ini, Red) mulai reda masuk kategori rendah,” imbuhnya.

Sementata itu Kapolres Tarakan AKBP Taufik Nurmandia melalui Kasat Polair Polres Tarakan Iptu Jamzani menambahkan, kondisi cuaca beberapa hari terakhir di Kaltara cenderung berangin dan hujan lebat. Terlebih cuaca ini diikuti gelombang tinggi yang terjadi di perairan.

“Para pengguna transportasi laut agar selalu memperhatikan update cuaca di BMKG. Prediksinya sampai akhir bulan gelombang tinggi masih mungkin bisa terjadi. Makanya dalam berlayar dilengkapi alat safety, seperti alat komunikasi dan pelampung,” imbaunya.

Menurutnya, beberapa masyarakat masih abaikan penggunaan alat keselamatan seperti pelampung dan penerangan. Padahal kedua hal tersebut yang vital saat berlayar. Sementara, penerangan digunakan untuk memberikan tanda saat melintas jika berpapasan dengan pengguna transportasi lain.

“Kalau tidak ada penerangan bisa menimbulkan insiden laka laut. Terkadang mereka (masyarakat) masih mengabaikan penerangan. Sejauh ini belum ada laporan terkait insiden di laut. Tapi kami tetap memberikan imbauan kepada masyarakat khususnya nelayan agar tetap melakukan antisipasi,” pesannya.

Ia mengingatkan agar nelayan maupun jasa transportasi yang berlayar di malam hari harus menggunakan penerangan. Agar sudah memiliki persiapan saat terjadinya cuaca buruk di beberapa hari terakhir. “Hal yang tak diinginkan bisa saja terjadi. Kami minta nelayan dan pelaku usaha jasa transportasi memperhatikan imbauan dari BMKG terkait kondisi cuaca saat ini,” tutupnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru