Friday, 24 April, 2026

Di Kaltara Jumlah Perusahaan IBS Meningkat

TANJUNG SELOR – Dari hasil pemutakhiran kegiatan matching direktori perusahaan Industri Besar dan Sedang (IBS) di Kaltara pada tahun 2021. Maka diperoleh jumlah 32 perusahaan yang termasuk dalam industri berskala sedang dan besar.

Jumlah tersebut meningkat bila dibandingkan tahun sebelumnya, dengan besaran 14,29 persen. Hal itu disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara Tina Wahyufitri. Dikatakan Tina, dari 32 perusahaan tersebut terdapat 19 perusahaan berskala besar dan 13 perusahaan berskala sedang.

“Perusahaan IBS terbanyak berada di Tarakan. Dengan jumlah 18 perusahaan, disusul Nunukan 10 perusahaan, Bulungan dengan 3 perusahaan, dan Tana Tidung 1 perusahaan,” terangnya, Kamis lalu (21/4).

Jika dilihat dari penyerapan tenaga kerja, Nunukan merupakan kabupaten dengan pekerja diindustri besar dan sedang mencapai 6.363 pekerja. Selanjutnya, Kota Tarakan (6.332 pekerja), Bulungan (2.585 pekerja), dan Tana Tidung (41 pekerja).

“Terdapat satu kabupaten yang sama sekali tidak memiliki perusahaan berskala besar maupun sedang, yaitu Malinau. Dikarenakan perusahaan IBS di kabupaten itu sedang berstatus tutup sementara,” ungkap Tina.

Apabila dilihat dari kode Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), terdapat 10 jenis kegiatan industri besar dan sedang. Kegiatan industri paling banyak merupakan industri minyak mentah kelapa sawit (Crude Palm Oil), sejumlah 12 perusahaan dengan 8.469 pekerja.

Kegiatan terbesar kedua, industri pembekuan biota air lainnya sebanyak 6 perusahaan dengan 2.426 pekerja. Selanjutnya, kegiatan terbesar ketiga, industri pembekuan ikan sebanyak 5 perusahaan dengan 157 pekerja.

“Jumlah tenaga kerja sebanding dengan banyaknya perusahaan. Sebagian besar pekerja di industri besar dan sedang berasal dari industri minyak mentah kelapa sawit atau mencapai 55,28 persen,” tuturnya.

Dengan kata lain, lanjut Tina, pekerja industri besar dan sedang didominasi pekerja kelapa sawit. Pekerja industri besar dan sedang paling sedikit berasal dari industri penggaraman atau hanya mencapai 0,18 persen. Dari total pekerja industri besar dan sedang di Kaltara. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru