TARAKAN – Video aksi pengeroyokan antar remaja, beredar di media sosial pada Senin, 15 Agustus lalu. Terlihat ada dua orang diduga menjadi korban aksi kekerasan yang terjadi di sekitar lapangan futsal, di Jalan Bhayangkara, Kelurahan Karang Anyar, Tarakan Barat.
Kapolres Tarakan AKBP Taufik Nurmandia melalui Kasat Reskrim Iptu Muhammad Aldi membenarkan sudah mendapat laporan terkait pengeroyokan itu. Laporan ini dibuat langsung oleh orang tua korban. Diduga kedua kelompok yang bertikai melibatkan anak di bawah umur.
“Yang bersangkutan juga masih di bawah umur. Untuk korban ada dua orang dan masing-masing terdapat luka yang hampir sama,” jelasnya, Kamis (18/8).
Lebih lanjut, kata Aldi, luka itu terdapat di kepala korban dan ada rasa sakit di area tubuh tertentu. Ia menegaskan saat ini tengah menindaklanjuti perkara tersebut.
“Visum itu sudah dilakukan. Kami juga sudah memeriksa beberapa saksi yang ada di lapangan dan semoga cepat kami dapat pelakunya,” tegas Aldi.
Saat ini, pihaknya sudah mengantongi identifikasi yang mengarah ke beberapa pelaku. Namun, pihaknya masih tetap berada pada jalur penyelidikan. Untuk motif sendiri, belum dapat memastikan. Dikarenakan pertandingan futsal atau bukan. Sementara untuk korban masih berada dalam usia produktif sekolah.
“Kalau untuk pelakunya kita masih identifikasi, masih sekolah atau tidak. Karena kalau dilihat dari videonya, ramai dan banyak juga,” jelasnya.
Menurutnya, jika nantinya ada upaya mediasi, hal tersebut tetap bergantung pada hasil penyelidikan. Terduga pelaku saat ini belum diamankan, karena ada hal teknis terkait penyidikan yang masih didalami.
Berdasarkan keterangan korban sendiri, keduanya tak mengetahui pasti siapa pelaku yang mengeroyoknya. Karena pada waktu kejadian, suasana yang membabi buta sehingga sulit mengenali pelaku. (kn-2)


