TANJUNG SELOR – Rapat pleno rekapitulasi Data Pemilih Tetap (DPT), berjalan alot, yang terlaksana pada Selasa (27/6). Sebab ada data pemilih yang menjadi persoalan. Namun hingga pukul 15.00 Wita, pleno rekapitulasi DPT selesai dilaksanakan.
Ketua KPU Kaltara Suryanata Al Islami menjelaskan, berdasarkan rekapitulasi jumlah DPT Kaltara sebanyak 504.252 pemilih. Dengan rincian 263.000 laki-laki dan 241.252 perempuan. Jumlah DPT itu, tersebar di 5 kabupaten/kota, 55 kecamatan, dan 482 desa/kelurahan.
“Berdasarkan rekapitulasi, sudah ada gambaran TPS yakni 2.295 TPS. Namun ini, masih akan berproses ke tahapan berikutnya,” terang Suryanata.
Jika melihat jumlah pemilih dari Daftar Pemilih Sementara Hasil Perbaikan (DPSHP) di mana sebanyak 504.547 pemilih, dibanding DPT yang ditetapkan ada penurunan. Hal ini diakibatkan adanya kerja panjang. Di mana ditemukan data ganda antarprovinsi, dan kabupaten/kota. Sehingga dilakukan perbaikan data, untuk menjadikan data pemilih yang valid.
Ada satu nama yang belum masuk dalam DPT. Berdasarkan penelusuran KPU Kaltara, pada saat pleno di tingkat Kabupaten Tana Tidung, satu nama ini belum menjadi warga Kaltara.
“Datanya masuk menjadi warga Kaltara, saat 25 Juni tepat di saat penetapan di tingkat KTT. Kemudian saat pleno tingkat provinsi, KPU Kaltara mengakomodir untuk masuk DPT,” bebernya.
Proses ini cukup panjang dan menjadi komitmen KPU Kaltara. Untuk menghadirkan data pemilih yang berkualitas. Bahkan ada tahapan yang beririsan. Beberapa waktu lalu selesai dilaksanakan. Dibanding Pemilu sebelumnya, kegiatan data pemilihan ini lebih masif dilaksanakan. Guna membersihkan data pemilih dari banyaknya data pemilihan yang tidak sesuai aturan.
“Alhamdulillah terkait data ganda dan yang tidak sesuai, di KPU RI tercatat hanya mencapai 0,02 persen. Cukup kecil dengan ratusan juta pemilih di Indonesia. KPU Kaltara tak bisa melaksanakan kerja ini sendiri. Kita kerja sama dengan Disdukcapil dalam menghasilkan data pemilih berkualitas,” pungkasnya. (kn-2)


