Wednesday, 29 April, 2026

Dukung Petani Lokal untuk Budidaya Kakao

TANJUNG SELOR – Kakao atau Theobroma cacao L merupakan salah satu komoditas, yang berpotensi dikembangkan di Desa Sajau, Kabupaten Bulungan. Produk dari hasil tanaman tersebut berupa olahan cokelat.

Budidaya kakao merupakan program pemberdayaan masyarakat, dengan bekerjasama PT Pesona Khatulistiwa Nusantara (PKN) melalui kebijakan Corporate Social Responsibility (CSR). Peran yang dilakukan dengan mempersiapkan lahan, sumber daya petani, distribusi bibit, hingga hilirisasi (pasca panen).

Bahkan melakukan pengolahan hingga kakao menjadi produk berupa cokelat batangan. Kepala Desa Sajau Reptoser Njau mengungkapkan, adanya program CSR dari perusahaan cukup membantu masyarakat. Dampak dari adanya pembibitan kakao, sangat baik dan diterima masyarakat.

Di mana 7 tahun sebelum adanya pembinaan budidaya cokelat, masyarakat tidak mengetahui teknis peremajaan kakao. “Melalui program ini, masyarakat sudah mau kembali dan memelihara kebun kakao. Kebun kakao sama tingginya dengan rambutan. Karena tak diketahui teknis pemeliharaannya. Sebelumnya kakao ini diabaikan, sekarang mulai dirawat,” terangnya, Jumat (24/6).

Ada sekitar 4. 500 bibit yang sudah diremajakan. Diharapkan bisa dikembangkan lagi. “Ada 17 KK (Kepala Keluarga) yang merupakan warga saya di Punan Batu, memiliki niat untuk kebun cokelat. Mereka ingin membuat budidaya kakao. Saya harap melalui CSR bisa dikembangkan. Adanya produk cokelat bisa menjadi salah satu olahan kakao unggulan dan potensi bagi UMKM,” harapnya.

Sekretaris Disperindagkop dan UKM Kaltara Azis mengapresiasi adanya upaya memberdayakan kakao. Adanya produk yang dikeluarkan dari hasil olahan kakao, diharapkan bisa meningkatkan ekonomi masyarakat.

“Ini juga produk cokelat pertama kali Kaltara dan diolah di Desa Sajau,” singkatnya. Sementara itu, Communty Development Officer PT PKN Muchammad Sodik menjelaskan, tahun 2021 perusahaannya melakukan pendampingan terhadap 63 petani. Terdiri dari 32 petani lama dan 31 petani baru di Bulungan, yang tersebar di lima desa.

Rinciannya, Desa Sajau (43 petani), Kelubir (8 petani), masing-masing Tengkapak dan Bentiang dengan 5 petani, serta di Antutan ada 2 petani. Bahkan, terdapat 9 kebun produktif yang mampu memproduksi 114 kilogram (Kg) kakao.

“Sepanjang tahun 2021, perusahaan kami mendistribusikan bibit kakao kepada 18 petani, dengan total 4.064 bibit. Ada juga 1.607 pohon yang direhabilitasi kebun sambung samping. Artinya, tersisa 492 pohon yang belum disambung samping dari target 2.099 pohon,” ungkapnya.

Program budidaya kakao, lanjut dia, bahkan berkolaborasi dengan melibatkan pelajar SMK 1 Tanjung Palas dalam proses kebun sambung samping. Selain itu, pengembangan program juga dilanjutkan dengan pembibitan model sambung pucuk. Menyediakan lahan kebun entres di demplot pembibitan Desa Sajau.

Produk kakao pasca panen, diolah menjadi cokelat sebagai kebijakan program dari hulu sampai hilir. Olahan kakao menjadi cokelat pun diberinama Cokelat Pesona Bultiya.

Superintendent Community Development PT PKN Muhammad Yusuf B menambahkan, sebagai upaya pengembangan dan penanganan pasca panen, biji kakao diolah lebih maksimal. Sehingga memberikan nilai jual yang lebih tinggi dan menguntungkan petani kakao. Perusahaan mendukung program pemerintah, dengan mengembangkan komoditas kakao sebagai produk lokal di Bulungan.

“Setelah dua tahun berjalan, cokelat yang dihasilkan kini dapat dikomersilkan. Melalui proses fermentasi terbaik dari biji kakao terbaik. Kini menjadi Cokelat Pesona Bultiya yang mengandung 35 persen kakao,” tuturnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru