SEKITAR pukul 07.30 WIT, pada Selasa (7 Januari) terpantau oleh pesawat intai milik TNI AU. Sebuah pesawat Susi Air Pilatus Porter P-4/PK-BVY (Pilot Capt Philips) terbakar di Air Strip Paro.
Pesawat Susi Air Pilatus Porter P-4/PK-BVY pilot Capt Philips landing di Bandara Paro, sekitar pukul 06.17 WIT, pada saat melaksanakan penerbangan dengan rute Timika-Paro-Timika dengan membawa 15 penumpang.
Berdasarkan keterangan dari sumber yang dipercaya mengatakan, jarak Nduga Distrik Paro sangat jauh, sekitar 35 km dengan kondisi buruk. Distrik Paro merupakan salah satu basis kelompok separatis teroris Papua.
Pesawat Susi Air akan berangkat dengan rute Paro-Timika. “Sesaat pesawat Susi Air persiapan take off, terjadi pembakaran pesawat yg dilakukan oleh sejumlah OTK (Orang Tak Dikenal), yang diduga KSTP (Kelompok Separatis Teroris Papua) disertai dengan tindakan pemerasan terhadap penumpang dan pilot,” ujar sumber tersebut.
Diduga upaya pembakaran pesawat ditujukan untuk merampas muatan dan alkom di dalam pesawat Susi. Pasca pembakaran pesawat Susi Air, diperkirakan KSTP membakar pesawat untuk dijadikan sebagai menarik perhatian TNI maupun aparat keamanan yang bertugas di Papua.
Namun, hal yang menjadi perhatian bahwa pesawat Susi Air yang dibakar tersebut ternyata diduga sudah habis masa Flight Security Clearance (FSC) sejak 20 Januari 2023 lalu. “Tentu dengan habisnya masa FSC tersebut, harus kembali mengurus izin dan perlu dilakukan pengawasan,” tuturnya.
Bahkan, menurut sumber tersebut, selain FSC expired ternyata lapangan terbang Paro tidak termasuk dalam perencanaan sebagai tujuan penerbangan dalam perizinan yang telah expired. “Selama ini Susi Air tak mencantumkan lapangan terbang Paro dalam perizinan sebagai salah satu tujuan penerbangannya,” tutup sumber itu. (kn-2)


