TARAKAN – Usai meloloskan 5 atlet ke ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumut, pengurus Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Kaltara terus menyiapkan latihan lanjutan.
Lima atlet yang lolos yakni Annisa Devika Sahriati, Ashila Mutia Pratiwi, Dzakia Amalia Putri, Dzakira Aulia Putri dan Pradipta Sakti Nugraha. “Saya kira ini hasil yang cukup bagus. Semua putra-putri daerah kita memang kami lahirkan dari dulu. Mungkin ini yang akan kami pertahankan ke depan,” ujar Ketua Perpani Kaltara, Steve Singgih Wibowo, Minggu (3/12).
Meski begitu, pihaknya mengaku akan melakukan evaluasi terkait mental pemanah saat bertanding. Sebab, kesehatan mental sangat mempengaruhi saat atlet berlaga di lapangan pertandingan.
“Bayangkan satu pemanah dikeroyok dan diteriaki dengan penonton lawan. Itu mental. Kalau mental tidak kuat, bisa hancur konsentrasi. Makanya harus kami pertahankan biar mental anak-anak ini tetap kuat, walaupun ada suara-suara sumbang di belakang. Sehingga pemanah percaya diri dengan hasilnya,” jelasnya.
Selanjutnya pemanah yang lolos PON akan berlatih di Tarakan hingga satu bulan ke depan. Jika nantinya mendapat anggaran pelatihan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kaltara, Perpani Kaltara menginginkan pemusatan latihan di Malaysia. Sebab di Malaysia ada salah seorang pelatih asal Korea Selatan yang juga pernah menjadi juara dunia.
“Kami masih koordinasi, berapa biaya sampai tiga bulan di Malaysia. Selanjutnya langsung terbang ke Aceh untuk bertanding ke PON. Jadi tidak lagi pulang ke Tarakan. Kami masih atur untuk izin sekolah atlet juga. Itu keinginan kami,” ungkapnya.
Ia juga menginginkan ada alat pemanah yang diperbarui. Namun persediaan anak panah yang akan menjadi fokus untuk ditambah. Sebab anak panah biasanya rentan bengkok dan pecah.
Pihaknya juga mengapresiasi KONI Kaltara terkait dukungan anggaran. Mewakili semua pengurus cabang olahraga, ia menginginkan ada apresiasi terhadap atlet yang tidak berhasil melaju ke ajang PON XXI Aceh-Sumut. Apreasiasi yang dimaksud yakni dukungan anggaran.
“Karena selama ini KONI Kaltara belum memberikan apresiasi bagi pengprov cabir yang tidak lolos PON. Paling tidak, perjuangan mereka dihargai. Kami juga masih susun anggaran ke KONI,” tuturnya.
Sementara itu, pemanah Kaltara, Pradipta Sakti Nugraha mengaku, sempat mengalami sakit sebelum bertanding di ajang Pra PON. Sehingga ia harus merelakan tidak berlaga pada kelas beregu.
“Minggu ini istirahat dulu, untuk meregangkan otot. Selanjutnya latihan setiap hari. Target di PON, menjadi yang terbaik dan meraih medali. Yang diantisipasi itu atlet dari Yogyakarta,” singkatnya. (kn-2)


