TANJUNG SELOR – Perpustakaan Nasional (Perpusnas) saat ini tengah didorong menjadi pelopor gerakan literasi, untuk memperbaiki kesejahteraan rakyat.
Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas mendukung dengan meluncurkan program Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusi Sosial (TPBIS). Adanya program tersebut untuk mengubah paradigma perpustakaan dari gudang buku menjadi perpustakaan, yang dapat memberdayakan masyarakat dengan pendekatan teknologi informasi.
Demi mendukung tercapainya program tersebut, Perpusnas mengadakan Bimtek strategi pengembangan perpustakaan dan teknologi informasi dan komunikasi. Bagi 96 desa, 168 kabupaten/kota dari 34 provinsi penerima manfaat. Kaltara melaksanakan bimtek tersebut selama tiga hari dimulai 11-14 Mei, di Tanjung Selor.
Dikatakan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kaltara Ramli, program TPBIS merupakan program nasional. Bertujuan memperkuat peran perpustakan umum daerah, untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Di era tatanan normal baru (new normal) saat ini, menurut Ramli, perpustakaan berperan melakukan penguatan literasi. Sehingga berdampak pada pemulihan sosial ekonomi. Menjadi ruang publik untuk berbagi pengalaman, belajar secara konstektual dan melatih kecakapan keterampilan.
“Perpustakaan memiliki peran penting dalam meningkatkan kualitas SDM dan kesejahteraan. Melalui penguatan budaya literasi, guna mewujudkan masyarakat berpengetahuan, inovatif, kreatif dan berkarakter,” tutur Ramli, kemarin (11/5).
Ramli mengakui, paradigma perpustakaan telah berubah. Dari semula yang hanya dianggap sebagai gudang buku, kini bertransformasi menjadi perpustakaan yang dapat memberdayakan masyarakat dengan pendekatan teknologi informasi. Perpustakaan memiliki peran signifikan, dalam meningkatkan kemampuan masyarakat. Berupa dapat mengubah kualitas hidup menjadi lebih baik menuju kesejahteraan.
“Bimtek ini sebagai langkah pembinaan sumber daya perpustakaan, khususnya di wilayah Kaltara,” imbuhnya.
Transfer pengetahuan dan semangat pada program TPBIS, diharapkan dapat menghidupkan peran perpustakaan. Tidak hanya terbatas sebagai pusat belajar, tapi menjadi pusat kegiatan pemustaka. Dalam mengembangkan dan menerapkan ilmu sebagai keterampilan yang ber-impack bagi kesejahteraan hidupnya.
“Apabila masyarakat mendapat akses untuk memiliki pengetahuan dan keterampilan yang lebih besar. Pada akhirnya dapat digunakan untuk mendorong kegiatan ekonomi atau menghasilkan uang, maka keberadaan perpustakaan akan menjadi kebutuhan yang diminati,” ungkapnya.
Untuk tahun 2022 program TPBIS di Kaltara bertambah dua kabupaten/kota, yakni Kabupaten Malinau dan Kota Tarakan. Termasuk 3 desa penerima manfaat program yakni Desa Gunung Putih, Desa Bumi Rahayu dan Sajau Hilir di Kabupaten Bulungan. (kn-2)


