Tuesday, 21 April, 2026

Geografis Kaltara Jadi Tantangan saat Regsosek

TANJUNG SELOR – Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) akan dilaksanakan selama sebulan, dimulai 15 Oktober-14 November mendatang. Dalam pendataan Regsosek menyasar tujuh kategori. Diantaranya kondisi ekonomi demografis, kepemilikan aset hingga tingkat kesejahteraan.

Persoalan geografis Kalimantan Utara (Kaltara) menjadi tantangan dalam melaksanakan Regsosek. Namun, Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltara meyakini jika kendala tersebut tidak akan berpengaruh terhadap pendataan.

“Kita yakin ini bisa terlaksana tanpa ada kendala. Apalagi, sudah melatih petugas kami,” ungkap Kepala BPS Kaltara Slamet Romelan, Selasa (11/10).

Dengan waktu pendataan hanya sebulan, dinilai bisa terselesaikan. Mengingat, petugas pendataan sudah mendapatkan pelatihan. “Satu bulan batas waktu dengan luas wilayahnya dan akses yang ada saat ini, tidak akan menghalangi petugas kami melakukan pendataan,” tuturnya.

Petugas harus melaksanakan pendataan sesuai target yang telah ditentukan. Dengan beban 10 keluarga per hari dan target sebulan 250 keluarga per orang, diyakini bisa selesai.

“Memang banyak kendala dengan wilayah yang jauh. Namun bisa diantisipasi. Begitu juga dengan wilayah yang tak ada akses internet,” ujarnya.

Menurutnya, hal itu bisa dikondisikan. Saat pendataan, masyarakat juga sudah siap. Karena memang sejak awal, sudah dikoordinasikan bersama Ketua RT setempat. Di sisi lain, berdasarkan hasil inventarisasi, terdapat 3.151 RT se-Kaltara.

Di mana terdapat 887 RT yang diketahui merupakan daerah blank spot. “Jadi nanti dilakukan pendataan door to door dan harus sesuai terget. Tak ada kendala meski terdapat 887 RT yang merupakan wilayah blank spot,” tuntasnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru