Wednesday, 22 April, 2026

Gerbong Mutasi di Lingkup Pemkab Nunukan

NUNUKAN – Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid melantik 195 pejabat, yang merupakan pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas dan jabatan fungsional, Jumat (18/3).

Setelah memimpin sumpah janji jabatan, Laura mengingatkan, agar legowo menerima jabatan apapun yang diamanahkan dalam mutasi ini. Sehingga ke depannya bekerja tanpa beban dan penuh rasa tanggung jawab.

“Tak ada istilah tempat basah atau kering, semua tempat bagus. Semua ada tantangan tinggal dibuktikan dengan kemampuan,” ujarnya.

Laura menegaskan, mutasi merupakan proses perubahan. Dimana perubahan tersebut akan memberi arti lebih menuju hal yang lebih indah. “Yang diperlukan menjemput jabatan dengan bekerja keras, cerdas, ikhlas dan tuntas. Jika semua dilakukan, saya tak akan ragu menempatkan sesuai keahliannya,” tegas Laura.

Laura meminta agar para pejabat memaknai mutasi sebagai perubahan dasar. Segera menentukan target, agar lebih greget dalam pelaksanaan tugas. Menurutnya, amanah itu tidaklah terlalu sulit. Karena saat ini sudah ada RPJMD, Renstra dan LKPD.

“Segeralah bekerja penuh keberanian dan jangan takut asal mengikuti aturan. Ketakutan hanya milik pecundang dan keberanian milik para pemenang. Laksanakan yang tersurat, pahami yang tersirat. Maka sebagai ASN kehidupan kalian akan baik-baik saja,” pesannya.

Laura mengaku cukup memahami perasaan para pejabat yang dilantik secara mendetail, termasuk masalah keuangan. Kesulitan tersebut ia tangkap dan perjuangakan. Seperti saat TPP tidak cair selama 3 bulan, karena kendala sistem secara nasional.

Laura bejibaku melakukan koordinasi dan komunikasi sampai kementerian dan akhirnya bisa disetujui. Iapun segera memerintahkan pembayaran rapel selama 3 bulan, di saat beberapa daerah lain hanya membayar sebulan atau bahkan belum membayar TPP.

Laura mewanti-wanti, agar para pejabat tidak memelihara ego sektoral. Hal ini akan menimbulkan kesenjangan dan kurang maksimal kinerja serta pelayanan ke masyarakat.

“Buka ruang diskusi, jangan merasa selalu benar. Sehingga tak mau menerima masukan dari bawahan. Sebaliknya bawahan jangan cuek dan tidak setuju, dengan kemajuan OPD masing-masing,” tegasnya.

Terpenting, Laura menekankan arti penting loyalitas. “Lakukan sesuai tupoksi. Saya tak mau tahu atau mendengar keluhan setelah pelantikan. Bangun chemistry kerja yang baik di lingkungan OPD, juga kepada seluruh pejabat atas yang ada. Saya ingin kalian bekerja, harus peduli dan respon keadaan lapangan. Harus jeli melihat isu yang berkembang,” harap Laura.

Dalam mutasi kali ini, 8 jabatan kosong sebelumnya akhirnya terisi. Jabatan tersebut Kepala BKPSDM Nunukan dijabat H Surai. Kepala Pelaksana Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dijabat Arief Budiman, Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Fitraeni. Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Sirajudin, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Muhtar.

Selanjutnya, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Helmi Pudaaslikar. Kepala Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Pertanahan, Alimudin dan Sekretaris DPRD Nunukan Muhammad Effendi. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru