TANJUNG SELOR – Persoalan stunting menjadi pembahasan saat Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Utara (Kaltara) Norhayati Andris lakukan reses, beberapa waktu lalu.
Bersama beberapa kelompok komunitas, reses yang terlaksana di Kota Tarakan itu berjalan lancar. Ia menerangkan, dalam kegiatan menyerap aspirasi masyarakat, keluhan yang terus diterima dan bagaimana melakukan penanganan stunting. Seluruh masyarakat yang berasal dari berbagai komunitas, meminta keseriusan dari pemerintah dan pelaku sosial, dalam menangani masalah stunting.
“Mereka meminta untuk mencari anak-anak yang terkena stunting. Kemudian dapat dilakukan penanganan,” ujarnya, Jumat (26/5).
Seluruh elemen masyarakat harus peka terhadap isu stunting. Jangan sampai, ada gejala atau anak yang terkena stunting di sekitar maupun tempat tinggal. Sehingga ini bukan hanya tanggungjawab pemerintah saja, melainkan seluruh masyarakat.
“Seharusnya dengan adanya isu stunting. Diharapkan ada sosialisasi atau membantu masyarakat jika ada yang terkena stunting,” pintanya.
Ia berharap, jika ada yang terkena stunting bisa disampaikan kepada pemerintah dan fasilitas kesehatan terdekat. Itu juga harus ditangani segera. Bahkan jika pihak atau sekitar RT tidak mampu untuk mengatasi hal tersebut. Maka pemerintah daerah akan segera menanganinya.
“Masalah stunting sangat menentukan masa depan anak-anak yang tumbuh kembangnya harus dijamin oleh kesehatan,” harapnya.
Selaku anggota DPRD Kaltara, ia akan terus mendorong agar masyarakat maupun pemerintah bekerjasama. Dalam upaya menekan angka stunting. Bahkan perlu ada upaya strategi dalam penanganannya. (adv)


