TIDENG PALE – Rapat Koordinasi Teknis Nasional (Rakorteknas) Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH) dibuka Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, di Jakarta, pada Selasa lalu (8/3).
Dalam Rakorteknas tersebut, Wakil Bupati KTT Hendrik berkesempatan untuk menghadiri. Menurut Hendrik, Rakorteknas membahas penguatan produksi pangan dan mendorong peningkatan nilai tambah daya saing produk.
Hasil pertemuan itu, diharapkan dapat diimplementasikan program super prioritas peternakan dan kesehatan hewan. Salah satunya pengembangan sapi tapos. Program ini merupakan investasi pelaku usaha. Dalam pengembangannya akan disinergikan dengan kewenangan, kebijakan dan program pemerintah melalui APBN.
Termasuk terhadap keberlanjutan program korporasi kambing atau domba dan pengembangan Sarang Burung Walet (SBW). “Bagi para pelaku usaha ini, agar memperkuat sinergitas, produksi dan menyiapkan ketersediaan stok pangan dan meningkatkan nilai ekspor,” jelas Hendrik.
Hendrik menilai, di KTT, SBW cukup banyak. Mengenai rencana kerja sama ini, sangat disambut baik oleh pemerintah. Penerapan nantinya akan berkolaborasi dengan para pelaku usaha SBW di KTT. Termasuk pemeliharaan peternakan hewan. Seperti sapi, kambing, babi dan hewan peliharaan lainnya. (kn-2)


