Tuesday, 28 April, 2026

Hutan Kaltara Aset Penting

TANJUNG SELOR – Hutan di Kalimantan Utara (Kaltara) cukup luas. Bahkan masih sangat asri. Agar tetap terjaga, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara ingin hutan tetap lestari.

Wakil Gubernur Kaltara Yansen Tipa Padan mengatakan, pelestarian hutan Kaltara dapat mengurangi karbon dioksida di udara. Terlebih saat ini seluruh dunia tengah diterpa isu pemanasan global, efek emisi gas rumah kaca.

Kaltara sebagai salah satu provinsi yang memiliki aset hutan yang sangat luas, serta memiliki aset lahan gambut yang menjadi potensi adanya udara.

“Hutan Kaltara itu aset penting. Untuk itu perlu dijaga dan dimanfaatkan sebaik mungkin,” terangnya, Minggu (13/8).

Aset penting itu, harus menjadi pertimbangan dari berbagai negara dan Non-Governmental Organization (NGO) yang bisa memanfaatkan potensi karbon yang dimiliki Kaltara. Apalagi, adanya upaya untuk mengurangi emisi gas rumah kaca.

“Inilah menjadi harapan kita. Menjadi hak dari Kaltara, memiliki kinerja dalam menurunkan emisi, ancaman terjadinya bencana,” ujarnya.

Hingga saat ini, Provinsi Kaltara memiliki potensi yang mencapai 80 persen hutan yang sangat asli, salah satunya di Mentarang Kabupaten Malinau.

“Deforestasi dan degradasi hutan sudah sangat menurun. Misalnya pada Juli dan Agustus, biasanya panas dan kemarau yang bisa dimanfaatkan masyarakat untuk membakar, kini menurun,” jelasnya.

Menurut dia, sudah sewajarnya jika Provinsi Kaltara mendapatkan dana stimulan untuk mengimbangi kinerja pemerintah untuk menurunkan emisi gas rumah kaca. Terlebih lagi, dengan banyaknya pihak luar yang berminat berinvestasi dalam upaya pengurangan emosi karbon. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru