Hingga saat ini hampir seluruh kebutuhan gelatin nasional dipenuhi produk impor yang kerap memicu pertanyaan tentang kehalalan. Wakil Dekan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB Prof Mala Nurilmala menelurkan inovasi gelatin dari ikan yang tak hanya dijamin halal, tapi juga punya banyak nilai lebih lain.
M HILMI SETIAWAN, Bogor
RISCO Mandela tidak pernah menyangka booth pameran yang dia jaga bakal menyedot perhatian banyak mata. Bahkan, beberapa di antaranya mencicipi beberapa olahan yang dia bawa.
Saat itu Risco dan beberapa temannya ambil bagian dalam gelaran IPB (Institut Pertanian Bogor) Innovation Expo 2023 di Botani Square, Kota Bogor. Pada pameran yang digelar 29 September hingga 1 Oktober itu, dia membawa produk pangan Berna Fi-Gen. Singkatan dari fish collagen.
“Ada beberapa pengunjung yang tertarik dan mencoba,” kata mahasiswa semester VII Jurusan Teknologi Hasil Perairan IPB itu saat ditemui Jawa Pos tiga pekan setelah pameran berakhir (23/10).
Siang itu, Risco sedang menghadap Wakil Dekan Bidang Sumber Daya, Kerja Sama, dan Pengembangan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan IPB Prof Mala Nurilmala di kompleks kampus. Risco melaporkan perkembangan pembuatan pra-start-up untuk produk-produk berbahan gelatin hasil inovasi Mala.
Termasuk di antaranya adalah serbuk minuman sehat Fi-Gen tadi. Produk lainnya adalah Gelatin Mask Truebestie. Yaitu, produk masker untuk mengangkat komedo. Meski belum resmi diproduksi secara massal, dua produk pengembangan dari inovasi gelatin halal Mala itu sudah dipasarkan.
Misalnya, Gelatin Mask Truebestie sudah dijual lewat lokapasar. Sementara Fi-Gen baru dipasarkan secara offline sambil menjajaki dijual secara online juga. Fi-Gen diproduksi oleh PT Nabula Beauty. Nabula sendiri singkatan dari anak-anak Mala. Saat ini total ada enam mahasiswa yang sedang merintis start-up untuk menjual produk Fi-Gen itu.
Gelatin merupakan turunan dari kolagen. Dari bahan baku diekstrak, diambil kolagaennya. Kemudian, diolah jadi gelatin.
Menurut Mala, inovasi membuat kolagen atau gelatin dari ikan itu memiliki banyak nilai lebih. Tidak hanya untuk pemenuhan aspek kehalalan. Tapi, juga menekan impor sekaligus meningkatkan harga atau nilai jual limbah pengolahan ikan di dalam negeri.
Proses tes pasar, lanjut perempuan kelahiran Pandeglang, Banten, pada 9 September 1973 itu, sudah dilakukan. Saat ini mereka sedang memproses izin usaha sambil menyiapkan pengujian di BPOM.
Mala lantas beranjak dari kursi di kantornya siang itu. Dia mengambil sejumlah produk inovasinya yang berbahan dasar kolagen atau gelatin dari ikan.
Selain Fi-Gen dan Gelatin Mask Truebestie, ada juga cangkang kapsul berwarna merah-putih dan transparan. Selain itu, dia juga menunjukkan kolagen serta gelatin serbuk dalam botol-botol kecil sebagai bahan bakunya.
“Pemanfaatan kolagen dan gelatin itu sangat banyak. Mulai dari produk pangan, kosmetik, hingga farmasi,” katanya.
Inovasi gelatin dari ikan dia mulai bersama sejumlah mahasiswa pada 2005–2006. Berawal dari tesisnya di IPB yang berjudul Pemanfaatan Limbah Tulang Ikan sebagai Alternatif Bahan Baku Gelatin. Riset itu kemudian berlanjut ketika dia menempuh studi S-3 di Universitas Tokyo, Jepang.
Produk gelatin lokal diakuinya masih langka. Sehingga hampir seluruh kebutuhan gelatin nasional dipenuhi produk impor dari Jerman, Brasil, dan Australia. Mala mengatakan, di negara-negara tersebut, gelatin diolah dari kulit atau tulang babi dan sapi.
Di negara-negara tersebut, kulit atau tulang babi serta sapi merupakan limbah. Tidak memiliki nilai jual yang signifikan. Sehingga diolah menjadi gelatin dan dijual ke berbagai negara, termasuk di Indonesia.
Ketika datang ke Indonesia, bentuknya sudah berupa serbuk. Sangat sulit membedakan gelatin dari sapi atau babi. Dibutuhkan peralatan yang bisa mendeteksi secara DNA.
Tulang dan kulit sapi di Indonesia masih punya nilai jual tinggi. Jadi, sulit menjadikannya bahan. Karena itu, Mala pun menggagas gelatin dari ikan.
Ibunda Fadiyah dan Nabila itu menceritakan, peran atau fungsi kolagen dan gelatin pada kehidupan sehari-hari sangat banyak. Paling sederhana di antaranya untuk stabilisator jus. Jika tanpa gelatin, jus buah dalam beberapa waktu warnanya tidak konsisten.
Fungsi lain gelatin dalam makanan adalah menjadi bahan pencampur minyak dengan air. Secara alamiah, air dengan minyak tidak bisa bercampur. Tetapi dengan ditambahkan gelatin, dua zat itu bisa tercampur. Gelatin juga bisa dipakai untuk pengental. (*/c6/ttg/jpg)


