TANJUNG SELOR – Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) memiliki peluang untuk pengembangan investor, baik dari luar maupun dalam negeri. Salah satunya untuk berinvestasi di bidang kesehatan.
Adanya niat dari investor untuk membangun rumah sakit, hal itupun direspon Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang. Menurut Zainal, membangun rumah sakit di Kaltara, khususnya Kabupaten Bulungan, menjadi salah satu investasi yang menguntungkan Kaltara.
Dengan dibangunnya rumah sakit dengan fasilitas memadai, maka Kaltara tidak perlu merujuk pasien ke luar daerah. “Saya mendukung sekali. Kondisi di Bulungan sangat membutuhkan keberadaan tambahan rumah sakit,” ujarnya, Selasa (28/6).
Keinginan Ketua Barisan Pemuda Nusantara (Bapera) Fadh El Fouz A Rafiq, untuk berinvestasi pada bidang kesehatan dan pendidikan, sangat dibutuhkan Kaltara. Membangun rumah sakit dan perguruan tinggi, akan memajukan Kaltara. Masyarakat tidak perlu mencari rumah sakit di daerah lain, sebab Kaltara khususnya Bulungan memilikinya.
“In syaa Allah kita berikan kemudahan. Saya selalu mengejar investor di Jakarta, saya ajak berinvestasi. Kalau Ketua Bapera mau investasi di bidang kesehatan dan pendidikan, tentu sangat boleh,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, jika memang investor masuk ke Kaltara maka harus melalui aturan yang ada. Pemprov Kaltara tidak akan menghambat investor masuk ke Kaltara. Utamanya mengenai kesehatan dan pendidikan.
Rencana investasi pembangunan rumah sakit, pihaknya siap mendampingi tim yang informasinya akan turun ke Bulungan lakukan studi dan penelitian. Tim pendamping akan dibentuk Pemprov Kaltara. Bahkan, akan menunjukkan beberapa lahan yang dianggap strategis untuk dibangun rumah sakit.
“Banyak lahan strategis di sini. Yang mana mereka setujui dan cocok silakan diurus sesuai aturan. Lahan strategis kita seperti Gunung Seriang,” tuturnya.
Saat ini, Kabupaten Bulungan hanya memiliki satu rumah sakit milik Pemkab Bulungan. Sementara rumah sakit umum swasta belum ada. Berbeda dengan Tarakan. Telah memiliki beberapa rumah sakit, baik daerah maupun swasta. (kn-2)


