KEMENTERIAN Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara menggelar pasar murah.
Adanya pasar murah itupun dimanfaatkan masyarakat, yang digelar di Jalan Agatish Tanjung Selor, Senin (25/4).
Yuli, salah seorang warga yang datang ke pasar murah mengaku, harga jual di pasar murah cukup terjangkau. Telur ayam yang biasanya dibeli seharga Rp 55 ribu di Pasar Induk Tanjung Selor. Namun, di pasar murah hanya Rp 42 ribu satu piring.
“Lumayan terjangkau. Bawang merah juga murah. Bisa sering-seringlah diadakan pasar murah,” harapnya.
Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura Ditjen Holtikultura Kementan RI Bambang Sugiharto menjelaskan, pasar murah yang dilaksanakan saat ini merupakan salah satu dari sejumlah daerah yang menjadi perhatian. Berdasarkan gagasan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, program ini untuk mengamankan pasokan pangan di seluruh Indonesia.
“Jadi Menteri Pertanian ingin semua daerah tak ada yang kekurangan pangan dan tidak ada harganya naik,” jelasnya.
Selain Tanjung Selor, program serupa juga dilaksanakan di daerah lain di Kaltara. Sebelumnya telah digelar di Kabupaten Tana Tidung (KTT). “Tidak hanya dalam event Ramadan saja tapi sepanjang tahun. Bahkan setiap tahun sudah berjalan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala DPKP Kaltara Heri Rudiyono menambahkan, pasar murah atau Operasi Pasar ini sebagai upaya stabilisasi harga dan pasokan pangan di Bulungan. Kegiatan terlaksana atas kerja sama dengan Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan RI.
Adapun komoditi yang dijual meliputi, cabai rawit, cabai keriting, bawang merah dan putih, minyak goreng, beras, gula pasir, telur ayam dan ayam beku. “Ini awalnya permintaan Kementerian Pertanian, agar melakukan pemantauan stok bahan pangan jelang lebaran Idul Fitri. Setelah pemantauan, ternyata diperlukan adanya pasar murah,” terangnya.
Adapun harga yang ditawarkan untuk cabai rawit Rp 80 ribu per kilogram, cabai keriting Rp 45 ribu per kg, bawang putih Rp 26 ribu per kg, minyak goreng Rp 23 ribu per liter dan 2 liter harganya Rp 45 ribu.
Lalu, beras Kaltara ukuran 5 kg harganya Rp 50 ribu dan ukuran 10 kg Rp 100 ribu, bawang merah Rp 28 ribu per kg, gula pasir Rp 14 ribu per kg, telur ayam Rp 45 ribu per piring dan ayam beku Rp 42 ribu per kg.
“Mudah-mudahan pasar murah ini dapat meringankan pengeluaran para ibu rumah tangga. Jadi semua yang kita siapkan merupakan bahan pokok yang paling banyak dicari masyarakat,” tuturnya.
Sebagian bahan pokok yang dijual, juga merupakan hasil petani lokal Kaltara. Salah satunya, beras yang kualitasnya tidak perlu diragukan. Selain alami juga tanpa bahan pengawet. (kn-2)


