Thursday, 28 May, 2026

Jalur Udara Pakai Skema Pengawasan Port to Port

PENDISTRIBUSIAN logistik pemilu di Provinsi Kalimantan Utara, dipastikan menggunakan seluruh jenis moda transportasi. Baik jalur darat, perairan dan udara. Hal ini dikarenakan geografis sejumlah wilayah yang beraneka ragam dengan tantangan medan tertentu.

Ketua Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu)  Kaltara Rustam Akif mengakui, alami kendala lakukan pengawasan pendistribusian logistik melalui transportasi udara. Pasalnya, petugas dari Bawaslu terkadang tidak bisa melakukan pengawasan melekat untuk proses pendistribusian.

Keadaan ini disebabkan terbatasnya jumlah daya tampung armada pengangkut yang digunakan. Berupa pesawat perintis yang melayani wilayah perbatasan. “Terkadang kami juga tidak dapat seat (tempat duduk), ketika distribusi logistik melalui transportasi udara. Khususnya pendistribusian ke wilayah perbatasan, yang menggunakan transportasi udara,” ungkapnya, Senin (12/2).

Namun, Bawaslu tetap menjalankan tugas sebagai pengawasan dengan menggunakan skema port to port. Dengan mengawal proses pendistribusian di titik keberangkatan dan kedatangan armada pesawat.

“Mau tidak mau, kita pengawasannya sampai di bandara keberangkatan saja. Lalu, dilanjutkan dari rekan-rekan Panwaslu kecamatan di bandara tujuan, port to port jadinya,” ujarnya.

Pendistribusian logistik pemilu melalui jalur udara salah satunya ke Krayan, Kabupaten Nunukan. Pendistribusian menggunakan pesawat CASA milik TNI Angkatan Udara (AU). Logistik pemilu yang didistribusikan melalui jalur udara  untuk ke 5 Kecamatan yang ada di daerah Krayan. Meliputi Kecamatan Krayan, Krayan Barat, Krayan Timur, Krayan Tengah dan Krayan Selatan.

Pendistribusian dilaksanakan secara bertahap, karena pesawat CASA hanya melakukan 2 kali penerbangan per hari. Dalam sekali penerbangan, pesawat CASA milik TNI AU C-212/A-2115 dapat memuat sebanyak 1,5 ton. (adv)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru