Sunday, 19 April, 2026

Jemaah Haji Tetap Masih Dipantau 21 Hari untuk Kondisi Kesehatan

TARAKAN – Dari total 68 jemaah haji Tarakan yang tiba pada Sabtu (13/8) lalu, hanya sekitar 61 orang. Paslanya, 7 jemaah haji lainnya bertahan di Balikpapan.

Menurut Kepala Seksi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama Kota Tarakan Muhammad Aslam, dari total jemaah haji Tarakan 68 orang tiba di Tanah Air dalam kondisi sehat semua. Terhadap 7 jemaah haji warga Tarakan yang bertahan di Balikpapan karena akan melanjutkan perjalanan ke tempat tinggal sang anak.

“Ada tujuh orang anaknya tinggal di Balikpapan dan Samarinda, satunya di Surabaya jadi tidak ikut ke Tarakan. Jadi yang datang ke Tarakan 61 orang,” katanya.

Semua proses haji selesai dan termasuk kondisi kesehatan dipantau terus. Namun ada jemaah haji yang merasakan gejala batuk-batuk dan sakit ringan selama dua hari. Ia berharap seluruh jemaah haji menjadi haji mabrur.

Adapun jemaah yang bertahan di Balikpapan, ada yang terbang ke Surabaya karena ingin ke rumah orangtua. “Sampai di Balikpapan tidak ikut ke Tarakan lagi,” imbuhnya.

Ia menegaskan per 13 Agustus lalu, seluruh jemaah haji asal Kaltara sudah tiba di Tarakan. Termasuk jemaah dari Nunukan, KTT, Malinau dan Bulungan. Seluruh jemaah haji lanjutnya sudah menjalani swab test antigen dan dinyatakan negatif. Sehingga dipastikan semua yang tiba di Tanah Air dalam kondisi aman.

“Sudah ada Dinkes (Dinas Kesehatan) bawa buku untuk peninjauan 21 hari. Jadi selama 21 hari jika ada sakit atau demam tinggi harus lapor ke Puskesmas terdekat atau rumah sakit umum. Biar dipantau kesehatannya selama 21 hari,” jelasnya.

Selama 21 hari pemantauan, jemaah haji diperbolehkan jalan-jalan keluar dan tidak melakukan karantina. Jika ada gejala sakit, jemaah diharap melapor. “Sudah diinformasikan kepada seluruh jemaah haji kita di Tarakan,” ungkapnya.

Salah seorang jemaah haji Hamid Amren mengakui, mengikuti ibadah haji untuk pertama kalinya merupakan sebuah perjalanan rohani yang panjang.

“Ibadah fisik sebenarnya. Alhamdulillah semua jemaah Tarakan kembali dalam keadaan lengkap. Berangkatnya sama, pulangnya juga sama. Karena memang yang paling berat ketika berada di Arafah, Musdalifah dan di Mina,” ucapnya.

Saat berada di Arafah, Musdalifah dan Mina yang disebut juga Armina, membutuhkan fisik luar biasa. Mesti begitu, semua jemaah asal Tarakan bisa melalui dengan lancar. Begitu lanjutnya saat hari kedua, proses pelemparan jumrah. Meskipun ada insiden listrik padam. Sebenarnya, hanya kehebohan jemaah yang cukup besar yang disebabkan persoalan kecil, yakni listrik padam.

“Terowongan Mina besarnya seperti di ruang Islamic Center. Mungkin separo ini, jadi kalau mati lampu tidak masalah. Arus jemaah yang masuk dan keluar tidak ada benturan orang karena sudah diatur,” ungkapnya.

Ia mengaku, seluruh jemaah tahun ini tak bisa mencium batu Hajar Aswad yang ada di Ka’bah. Karena memang semua sudah dikelilingi pagar dan dijaga ketat.

“Baru dibuka setelah semua proses haji sudah selesai. Orang sudah berpindah semua ke Madinah, itu baru dibuka. Jadi pas kami sehari sudah berangkat, besoknya sudah dibuka. Di sana, tidak ada warga Arab memakai masker untuk jemaah hajinya,” pungkasnya.

Di hari yang sama, jemaah haji Bulungan tiba sekira pukul 10.25 Wita. Setibanya di Bandara Tanjung Harapan Tanjung Selor, jemaah haji langsung diarahkan menuju Masjid Agung Istiqomah untuk diserahterimakan kepada keluarga.

Kepala Kemenag Bulungan H Saimin merasa bersyukur, karena seluruh jemaah haji Bulungan bisa kembali ke Tanah Air dalam kondisi sehat. Bahkan telah dinyatakan negatif Covid-19, berdasarkan hasil tes swab antigen.

“Jemaah haji langsung kami serahterimakan kepada keluarga masnig-masing,” ujarnya.

Secara keseluruhan, jemaah haji Bulungan sebanyak 38 orang. Dari jumlah tersebut, empat jemaah dijemput keluarga di Balikpapan dan Samarinda. Sisanya, 34 orang lainnya diserahterimakan ke keluarga setelah sampai di Tanjung Selor. Ibadah haji, merupakan penyempurnaan rukun Islam kelima.

“Saya berharap seluruh jemaah haji bisa menjadi haji mabrur,” kata dia.

Pada Rabu (17/8) nanti, 38 jemaah haji akan diundang mengikuti Halal Bihalal pengurus Masjid Agung Istiqomah Tanjung Selor. Sebagai acara ibadah dan doa syukur haji Bulungan bisa kembali dengan kondisi sehat.

Kemudian, pada Sabtu (20/8), 38 jemaah haji akan diundang bertemu Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Bulungan. Sementara itu, salah seorang jemaah haji asal Bulungan H Muhammad Ishak mengaku telah mendaftar sejak 2011 silam dan baru bisa menunaikan rukun Islam kelima pada tahun ini.

“Sebelum Covid-19 saya memang sempat mendapatkan panggilan untuk melaksakan ibadah haji. Tetapi, karena pandemi Covid-19 akhirnya tertunda dan baru tahun ini bisa terlaksana,” ungkapnya.

Meskipun pada pelaksanaan ibadah haji tahun ini, kondisi cuaca panas di Arab Saudi. “Iya, sangat panas. Khususnya waktu menjalankan ibadah haji di Madinah dan Arafah. Tetapi, semua itu pasti ada hikmahnya,” tutupnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru