KEBAKARAN yang menghanguskan puluhan rumah di RT 01 wilayah Beringin IV, Jalan Yos Sudarso, Kelurahan Selumit Pantai, Tarakan Tengah, banyak barang berharga milik korban tak bisa diselamatkan.
Aris, salah seorang yang diduga rumahnya merupakan awal mula api mengatakan, saat itu sedang tidak berada di rumah. Sekitar pukul 02.24 Wita, ia ditelpon sepupunya, rumah sudah terbakar. Namun usai kebakaran, ia diceritakan oleh istrinya, Ulfi Novayanti.
“Istri saya di rumah sama tiga anak saya. Tiba-tiba sekitar jam 02.00 Wita lampu padam. Istri saya di kamar paling belakang. Istri saya kira cuma mati lampu biasa dan megang handphone yang ada senternya,” ucapnya.
Selang beberapa menit kemudian, istri korban merasakan panas di bagian dinding rumah sebelah kanan. Saat pintu kamar dibuka, istrinya sudah melihat kepulan asap tebal. Setelah itu, istri korban membangunkan anaknya yang sedang tidur.
“Istri saya habis itu lari ke belakang rumah. Disitu dia belum lihat api, cuma asap. Habis mengetok pintu dapur tetangga, istri saya lari ke tempat sepupu, tidak jauh dari sini,” ungkapnya.
Sementara itu, tetangga Aris, Isnaini mengaku, dibangunkan tetangga saat kebakaran. Usai keluar rumah, ia sudah melihat gumpalan asap tebal. Namun saat itu ia membangunkan ketiga anaknya untuk keluar rumah. “Habis itu saya dengar, ada yang ngetok pintu dapur. Posisi sudah ada mba Ulfi minta tolong. Saya juga langsung keluar. Tapi api sudah besar. Ufi juga lari dan panik bawa anaknya,” bebernya.
Saat itu, Isnaini tak sempat mengeluarkan barang berharganya seperti, televisi, mesin cuci, kulkas dan kipas angin. Hanya sebuah handphone yang bisa ia selamatkan, guna menghubungi keluarganya.
Saat kebakaran melanda, banyak warga sekitar turut memadamkan api dengan air seadanya. Sementara pemadam kebakaran juga dirasa terlambat datang ke lokasi kebakaran. “Saya juga langsung pergi habis itu. Jam 07.00 Wita pagi baru padam. Sekarang saya tinggal sama keluarga,” tuturnya.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran pada Satpol PP Tarakan Eko Santoso mengaku, mendapat informasi kebakaran sekira pukul 02.30 Wita. Setelah mempersiapkan armada, pihaknya langsung ke lokasi kebakaran. Karena wilayah kebakaran di tempat padat penduduk dan listrik padam, membuat petugas kesulitan menggelar selang.
“Kami lakukan penyemprotan itu pukul 02.40 Wita. Alhamdulillah, api sudah bisa kami kendalikan cukup lama dan bisa selesai 05.30 Wita. Kami juga memastikan tidak ada api yang tersembunyi,” tuturnya.
Ia mengakui, luasan lokasi kebakaran cukup banyak. Rata-rata bangunan berbahan kayu dan memudahkan api cepat menjalar.
Selain kendala akses masuk, pihaknya juga kesulitan melakukan evakuasi korban. Sebab hanya ada satu jalur yang digunakan warga. Nahasnya, satu petugas pemadam kebakaran sempat pingsan dan sudah dibawa ke klinik. Setelah sadar, petugas kembali lagi ke lokasi kebakaran.
“Perlu ada alternatif untuk evakuasi barang dan jalur untuk pemadaman. Sebaiknya memang tidak berbenturan,” harapnya. (kn-2)


