TARAKAN – Wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) masih dianggap rawan penyelundupan narkotika. Bahkan wilayah Kaltara menjadi jalur transit, sebelum narkotika disebar di penjuru wilayah di Indonesia.
Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Kaltara Brigjend Pol Rudi Hartono mengatakan, dari hasil pengungkapan sabu 15,3 kg yang dilakukan tim gabungan, ternyata sudah 5 kali gagal melakukan penyelundupan. Diketahui pengungkapan sabu 15,3 kg yang dilakukan BNNP Kaltara, Lantamal XIII Tarakan, Bea Cukai Tarakan dan Ditpolairud Polda Kaltara, diamankan di sekitar perairan Pulau Keciak, Kabupaten Bulungan, pada 21 September lalu.
“Selama 8 hari tim bergerak, jadi gagalnya banyak. Tapi menghilangkan cape juga setelah ketangkap,” ungkapnya, Selasa (3/10).
Meski sudah beberapa kali melakukan pengungkapan, perkara narkotika dengan barang bukti cukup banyak. Menurutnya hasilnya belum setara dengan perkara yang belum terungkap. Bahkan ia memprediksi, perkara yang diungkap dan lolos itu sebanyak 1 banding 11. Artinya, lebih banyak perkara narkotika yang lolos daripada yang berhasil diungkap.
Dari data yang dimiliki BNNP Kaltara, di pertengahan minggu September lalu saja, pihaknya mendapati ada 58 kg sabu yang keluar dari Kaltara dan beredar ke provinsi. “Itu ke Maluku, Sulawesi dan Kalimantan Timur. Kaltara sendiri itu tergolong besar, 1 kali tangkap 15 lolos,” sebutnya.
Selain berada di wilayah perbatasan Indonesia, geografis luasnya perairan juga menjadikan Kaltara sangat rawan terhadap penyelundupan narkotika. Hingga saat ini ia masih mendapati modus penyelundupan melalui jalur laut, yang menjadi andalan bagi para pelaku.
“Tangkap di laut itu sulit. Karena banyak hambatan. Jadi hambatan itu seperti komunikasi, cuaca dan rentang wilayah kita cukup panjang,” ungkapnya.
Meski ada kesulitan yang ditemukan oleh aparat hokum, dalam mengungkap penyelundupan narkotika modus jalur laut. Namun, ia berharap dengan adanya kolaborasi bersama TNI/Polri serta stakeholder lain. Maka hal tersebut bisa lebih diatasi.
“Enggak mungkin kita berdiri hanya satu instansi. Ini bentuk kolaborasi instansional di wilayah Kaltara yang sudah sangat siap,” tegasnya. (kn-2)


