TARAKAN – Satu unit kapal Landing Craft Transport (LCT) Self Propelled Oil Barge (SPOB) milik PT Mayon tenggelam di perairan Tanah Kuning, Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan, sekitar pukul 18.00 Wita pada Jumat (1/3).
Diketahui, kapal berangkat dari Tarakan pukul 04.00 Wita menuju ke Pelabuhan Jeti PT KAI Pendadak Desa Mangkupadi. Sekitar pukul 18.00 Wita, Kapal LCT SPOB Mayon hendak berlabuh di depan Pelabuhan Jeti PT KAI. Pada jarak sekitar 500 meter dari pelabuhan, LCT SPOB Mayon miring akibat angin kencang dan gelombang tinggi, kemudian karam.
Kapal LCT SPOB Mayon berangkat dengan membawa lima Anak Buah Kapal (ABK). Beruntung kelima ABK berhasil selamat. Dirpolairud Polda Kaltara Kombes Pol Bambang Wiriawan mengatakan, dalam perjalanannya, Kapal LCT SPOB Mayon memuat BBM jenis solar. Ia langsung menginstruksikan personel saat mendengar informasi kecelakaan tersebut.
“Saat melakukan pengecekan ke TKP, kami terkendala cuaca karena gelombang tinggi mencapai 2 hingga 3 meter,” sebutnya, Minggu (3/3).
Pihaknya telah meminta keterangan terhadap nakhoda Kapal LCT SPOB Mayon. Nakhoda mengakui, mendapat cuaca buruk dan gelombang tinggi. Sehingga kapal miring dan air masuk ke dalam kapal. Ia menegaskan, penyelidikan dan pemeriksaan atas kejadian ini ditangani Tipidter Polresta Bulungan.
“Saat ini penyelidikan dan pemeriksaan awal dilakukan penyidik Tipidter Polresta Bulungan. Sesuai Pasal 5 Permenhub Nomor 6 Tahun 2020, untuk kewenangan pemeriksaan pendahuluan kecelakaan kapal dilakukan Syahbandar,” jelasnya.
Sementara itu, Kapolsek Tanjung Palas Timur Iptu Firman menuturkan, turut mengerahkan personel untuk membantu proses evakuasi sekitar pukul 23.00 Wita. Saat kejadian, hujan cukup deras sehingga proses evakuasi korban sempat terhambat. Disinggung menyoal indikasi pencemaran akibat solar yang dimuat Kapal LCT SPOB, ia belum bisa memberikan keterangan.
“Itu (pencemaran lingkungan) secara teknis nanti di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bulungan,” singkatnya.
Terpisah, Kapolresta Bulungan Kombes Pol Agus Nugraha membenarkan adanya kecelakaan tenggelamnya Kapal LCT SPOB Mayon di wilayah perairan Tanah Kuning. Saat ini, anggotanya tengah melakukan penyelidikan dan pendalaman di TKP.
“Saat ini masih ditangani oleh anggota di sana. Kalau kru yang selamat ditangani Klinik Kesehatan di perusahaan yang ada di Tanah Kuning,” singkatnya.
Diketahui, kondisi kapal saat ini sudah tak terlihat (tenggelam). Adapun identitas korban untuk ABK 2 orang merupakan warga Gorontalo. Masing-masing bernama Fahmad Panai (31) dan Niko Demus (31). Sisanya merupakan warga Tarakan, bernama Melki (53), Aidil (31) dan Jeri Dunan (32). (kn-2)


