TARAKAN – Usai melakukan pengamanan TPS dalam tahapan pemungutan suara dan penghitungan surat suara. Pergeseran logistik Pemilu 2024 terus dikawal ketat oleh Polres Tarakan.
Nantinya logistik pemilu akan dibawa dari TPS ke kantor kecamatan, untuk dilakukan penghitungan surat suara di tingkat kelurahan. Kapolres Tarakan AKBP Ronaldo Maradona T.P.P Siregar saat dikonfirmasi mengungkapkan, pengawalan logistic Pemilu 2024 dimulai dari TPS ke kantor kelurahan terlebih dahulu. Setelah seluruh logistik pemilu di satu kelurahan sudah lengkap. Maka logistik pemilu akan digeser ke kantor kelurahan.
“Rata-rata sekarang sudah bergerak dari kelurahan ke kantor kecamatan. Semuanya akan kita kawal ketat,” jelasnya, Kamis (15/2).
Kemudian saat dilakukan penghitungan suara di kantor kecamatan, Ronaldo memastikan personel dari Polri akan disiagakan. Akan ada 10-20 personel Polri yang akan disiagakan di masing-masing kantor kecamatan. Kapolres memastikan kantor kecamatan akan dijaga selama 24 jam penuh dari Polri, selama proses penghitungan suara.
“Kami juga akan terus kawal pengamanan pada saat dilaksanakan pleno di tingkat kecamatan,” imbuhnya.
Diakui pria yang pernah menjabat sebagai Kapolres Bulungan itu, selama pelaksanaan pemungutan dan penghitungan suara di TPS. Pihaknya tidak ada mendapati kejadian yang menonjol. Meski proses penghitungan suara di TPS ada yang berjalan hingga tengah malam dan subuh dini hari.
“Gangguan Kamtibmas secara umum tidak ada. Jadi semua berjalan dengan aman,” ujarnya.
Selain fokus mengamankan penghitungan suara yang dilakukan di kantor kecamatan. Pihaknya juga akan tetap melakukan patroli gabungan dengan TNI. Hal itu dilakukan sebagai bentuk cipta kondisi, agar masyarakat selalu merasa aman saat proses tahapan pemilu masih berlangsung. Bahkan pihaknya akan tetap gencar menyebarkan pesan persatuan kepada masyarakat.
Pihaknya belum mendapati oknum-oknum masyarakat yang tidak puas dengan hasil pemilu. Sehingga ingin melakukan aksi yang tidak diinginkan. “Pesta sudah dilaksanakan, masing-masing pihak bisa menghargai apa pun hasilnya. Kalau ada yang merasa tidak betul, laporkan saja ke Bawaslu. Masyarakat harus bijak menyikapi pesta demokrasi ini,” harapnya. (kn-2)


