Thursday, 9 April, 2026

Kirim 100 Sampel ke Laboratorium Surabaya, Antisipasi PMK Ternak

TARAKAN – Pemeriksaan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) atau foot and mouth desease (FMD) yang dilakukan Balai Veteriner Banjarbaru, hingga kini belum ditemukan pada ternak di Kaltara. Meskipun masih menunggu hasil uji laboratorium pekan depan.

Namun pihak balai meyakini, sebagian besar ternak di Kaltara merupakan ternak lokal. Medic Veteriner yang juga Balai Karantina Pertanian Tarakan Drh Ichwan Yuniarto memastikan telah melakukan pengecekan PMK di kabupaten dan kota. Bahkan petugas sudah melakukan pengecekan di tiga kabupaten, yakni Bulungan, KTT dan Malinau sejak 11 Mei lalu.

“Hari ini Tarakan (kemarin, Red). Dari 3 kabupaten belum ada gejala penyakit mulut dan kuku. Dari informasi yang kami dapat, ternak di sini merupakan ternak lokal. Untuk ternak dari luar Kaltara, pada tahun lalu terakhir dipasok,” ujarnya, Minggu (15/5).

Pihaknya yang juga menangani Balai Veteriner Banjarbaru, telah memeriksa 100 sampel untuk dilakukan uji laboratorium di Surabaya. Dipilihnya Surabaya, karena sebagai rujukan PMK oleh Pemerintah Pusat. Pihaknya pun masih berkoordinasi dengan laboratorium Surabaya, untuk mempercepat waktu. Sehingga pengujian juga dapat dilakukan di Balai Veteriner Banjarbaru.

“Kami akan melakukan pengujian di Balai Veteriner Banjarbaru. Untuk hasil uji sampel di Kaltara masih belum ada. Mungkin besok (hari ini, Red) baru dibawa. Karena besok itu kami baru pemeriksaan ke Nunukan, untuk memastikan ternak di tiap kabupaten dan kota aman dari penyakit PMK,” ungkapnya.

Dia menegaskan, PMK ini tidak menular terhadap manusia. Apabila hewan ternak mengidap penyakit ini, dagingnya masih dapat dikonsumsi. “Tapi untuk jeroan dan tulang tidak bisa, karena virusnya bertahan di situ. Penyakit ini kematiannya kecil hanya penularannya saja cepat,” tuturnya.

Selain sapi, PMK juga dapat mewabah ke semua hewan berkuku belah yakni kambing, kuda dan babi. Namun peluang kesembuhan masih memungkinkan bisa ditangani. “Sembuhnya bisa tapi ada dua. Sembuh tapi virus masih ada dan sembuh total,” tutupnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru