Saturday, 23 May, 2026

Kisah Welem Tannasa Menaklukkan Salah Satu Triatlon Lanzarote

Lewat persiapan yang matang dan latihan keras, Welem Tannasa akhirnya mampu melewati seluruh rintangan triatlon Lanzarote. Dia menjadi satu-satunya peserta dari Indonesia yang mampu mengibarkan bendera Merah Putih.

DIAN WAHYU PRAtama, Jawa Pos

DI Pulau Lanzarote, Kepulauan Canary, Spanyol, Welem Tannasa berdiri di atas garis start bersama 1.137 peserta lain dari berbagai negara pada Mei lalu. Dia hendak menaklukkan salah satu lomba triatlon paling berat di dunia, yaitu Ironman Lanzarote 140.6.

Welem menjadi satu-satunya peserta dari Indonesia yang mengikuti event tersebut. Dalam lomba multisport itu, dia harus menuntaskan tiga tantangan sekaligus. Yaitu, berenang sepanjang 3.800 meter, bersepeda sejauh 180 kilometer, dan lari yang panjang rutenya mencapai 42,2 kilometer.

Saat berenang, Welem harus menghadapi ganasnya gelombang laut Atlantik. Ketika bersepeda dan berlari, pria 54 tahun itu mesti melawan terpaan angin yang kecepatannya bisa mencapai 27 km/jam. Belum lagi, ketinggian medan atau elevasi yang dilalui mencapai 2.500 meter.

“Paling berat. Semua itu bisa dilalui berkat dukungan dari teman dan keluarga serta karunia Tuhan YME,” tuturnya Minggu (18/6) lalu.

Pria asal Surabaya itu akhirnya bisa finis pada ajang triatlon Ironman Lanzarote 140.6. Catatan waktunya 14 jam 47 menit 37 detik. Sebelumnya, dia juga menyelesaikan triatlon di Frankfurt, Jerman.

Keinginan Welem untuk mengikuti event di Lanzarote muncul pada Desember tahun lalu. Saat itu dia mengalami cedera patah tulang belikat dan pundak.

Ketika menjalani pemulihan, Welem melihat informasi mengenai event triatlon Lanzarote. “Langsung tertantang untuk cepat sembuh,” ujarnya.

Pada Januari, setelah cedera, dia mulai berlatih secara bertahap. Dua bulan awal, Welem hanya berlatih delapan jam per minggu. Durasi latihan ditambah seiring dengan tubuhnya sudah fit.

Dia berlatih hingga 28 jam per minggu. “Rutinitas latihan renang, bersepeda Surabaya–Nongkojajar PP, serta berlari,” jeles Welem.

Lima hari sebelum pertandingan, Welem sudah berada di Lanzarote. Tujuannya, dapat mengecek kondisi lintasan. Namun, sehari sebelum perlombaan, dia sempat grogi. “Saya tidak tenang selama seharian,” katanya.

Dukungan dari teman dan keluarga lewat pesan WhatsApp membuat Welem kembali bersemangat. Pagi itu, di tempat yang berjarak 13.904 kilometer dari Surabaya, Welem menjadi satu-satunya peserta dari Indonesia yang berhasil mengibarkan bendera Merah Putih. (*/c14/aph/jpg)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru