Wednesday, 27 May, 2026

Klaim BBM Subsidi Kurang dari Penyalur

TARAKAN – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pelabuhan Perikanan (PP) Tengkayu II pada Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltara, mengklaim ada 1.114 nelayan yang mendapatkan rekomendasi BBM Subsidi.

Sementara untuk jumlah kebutuhan BBM Subsidi bagi nelayan di Tarakan berkisar 102 ribu kilo liter (KL) Pertalite dan 710 ribu KL Solar per bulan. Kepala UPTD PP Tengkayu II Dinas Kelautan dan Perikanan Kaltara Nurul Ridwan Yusuf mengatakan, penyaluran BBM subsidi berkisar antara 400 sampai 800 liter per bulan untuk satu orang nelayan.

Namun penyaluran BBM subsidi harus sesuai kapasitas mesin dan lamanya pengoperasian mesin dalam sekali pengisian BBM. “Paling sedikit mesin 15 PK itu 400 liter, ada yang 600 liter hingga 800 liter per bulannya,” terangnya, Rabu (21/2).

Untuk mendapat rekomendasi BBM, ada persyaratan administrasi dan pengecekan kapal langsung oleh petugas UPTD. Hal ini bertujuan meminimalisir kecurangan terhadap nelayan, yang meminta rekomendasi BBM Subsidi.

“Kalau pengecekan ke lapangan ini hal yang baru. Jangan sampai nelayan ini pakai kapal orang lain, untuk meminta rekomendasi. Kalau tidak ada kapalnya, kami tidak terbitkan (surat rekomendasi),” tegasnya.

Sementara surat rekomendasi yang dikeluarkan UPTD PP Tengkayu II Tarakan berlaku selama 3 bulan sejak diterbitkan. Setelah berakhir, nelayan harus melakukan pengurusan perpanjangan rekomendasi BBM Subsidi.

Disinggung terkait, keluhan nelayan yang kekurangan BBM. Ia mengakui kuota yang diberikan dari pihak penyalur atau Pertamina kurang. Dibandingkan dengan jumlah nelayan yang direkomendasikan mendapat BBM Subsidi.

“Memang kurang. Pertamina cuma diberikan kuota seperti itu. Tapi itu disamaratakan, agar semua nelayan dapat BBM,” ujarnya.

Pihaknya telah menawarkan solusi terhadap nelayan, untuk membeli BBM Subsidi di Agen Penyakur Minyak dan Solar (APMS) di wilayah lain. Jadi nelayan tidak menggantungkan untuk membeli BBM di APMS sesuai domisili nelayan tersebut.

“Karena banyak juga APMS. Ada APMS yang memang menyalurkan untuk nelayan, ada juga yang tidak hanya melayani nelayan saja. Artinya juga ke kendaraan,” tuturnya. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru