Wednesday, 29 April, 2026

Lastri Natalia, Langganan Mendekorasi Mobil Hias Parade Bunga

Senyum perajin bunga di Jalan Kayoon sedang ”bermekaran”. Event mobil hias Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) Ke-729 membuat mereka banjir order. Sampai-sampai stok bunga kurang karena kebutuhan lebih banyak daripada persediaan di pasar.

UMAR WIRAHADI, Surabaya

PULUHAN orang sibuk beraktivitas di lorong sempit di Jalan Kayoon Minggu lalu (29/5). Ada yang merancang kayu, memasang gabus, dan merangkai tata letak bunga hingga sedap dipandang mata. Mereka sedang mendekor karangan bunga sesuai permintaan pemesan. “Pesanan lagi padat-padatnya,” kata Lastri Natalia. Dia merupakan pemilik toko bunga di Blok C Jalan Kayoon.

Saat Jawa Pos bertandang ke sana kemarin siang, perempuan bertubuh langsing itu sedang mengawasi para pekerjanya. Ada pesanan yang harus diselesaikan. Di antaranya, ucapan wedding anniversary (ulang tahun perkawinan) dari seorang pengusaha serta karangan bunga ucapan belasungkawa. “Ditunggu hari ini mau diantar,” tutur Natalia.

Perempuan yang 9 April lalu genap berusia 48 tahun itu membuka usaha toko bunga sejak 1999. Fokusnya lebih banyak pada dekorasi dengan bunga potong atau bunga segar. Bukan bunga sebagai tanaman. Pertimbangannya lebih pada strategi bisnis saja. “Karena pasaran bunga potong lebih luas,” ujarnya.

Apalagi di kota besar seperti Surabaya, setiap hari selalu saja ada permintaan dekorasi bunga segar. Mulai acara pernikahan, ulang tahun, acara kantor, reuni sekolah, hingga orang meninggal dunia. Semua memesan karangan bunga dengan hiasan bunga segar.

Baru-baru ini Natalia terlibat dalam event besar parade bunga, Sabtu (28/5). Itu kegiatan Pemkot Surabaya sebagai rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) Ke-729. Kegiatan tersebut diikuti 19 mobil hias bertabur bunga segar.

Nah, Natalia terlibat merancang dua mobil hias. Dia dipesan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disporapar) Surabaya dan sebuah perusahaan swasta produsen minuman.

Kendaraan hias milik disporapar dirancang berupa lokomotif uap zaman kolonial. Dibikin dengan latar mobil pikap. Panjang 8 meter, lebar 3 meter, serta tinggi 4 meter. Bagian lokomotif paling atas ditaburi bunga kenikir. Bunga dengan nama Latin Cosmos itu memberi kesan mewah. Bagian bawah diberi bunga aster, krisan, dan pikok.

Natalia juga merancang mobil hias berbentuk kapal. Panjangnya 13 meter, tinggi 4 meter, dan lebar 3,8 meter. Latar utamanya berupa truk bak tinggi. Namun, ibu tiga anak itu membongkar semua bagian bak truk.

Seluruh permukaan truk ditutupi gabus dan dihiasi aneka bunga yang memikat pandangan mata. Ada bunga krisan, gerbera, aster, pikok, serta anturium. “Selain indah, bunga-bunga ini lebih tahan panas,” tutur ibu tiga anak itu.

Natalia membutuhkan waktu lima hari untuk menuntaskan pekerjaan itu. Waktu tersebut terbilang singkat. Itu belum termasuk menggambar desain lebih dulu. Dia dan timnya pun harus bekerja siang malam untuk mencapai target.

“Ini dadakan karena kami diundang dua minggu sebelum event. Idealnya dua bulan sebelumnya,” imbuhnya. (*/c7/git/jpg)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru