Monday, 20 April, 2026

Lebih Dekat dengan Winda Utami, Juru Bahasa Isyarat HUT Ke-77 RI

Di balik viralnya penampilan penyanyi cilik Farel Prayoga yang membuat Presiden Jokowi dan Ibu Iriana, para menteri, jenderal TNI, serta seluruh tamu pada upacara peringatan HUT Ke-77 RI di Istana Merdeka berjoget, ada Winda Utami. Sosoknya sebagai penerjemah bahasa isyarat menjadi perbincangan hangat.

EKSPRESI dan gerakan Winda yang turut bergoyang saat menerjemahkan lagu Ojo Dibandingke mencuri perhatian. Perempuan asal Jakarta itu benar-benar menggambarkan secara detail dan sedekat-dekatnya dengan situasi yang berlangsung di istana.

Gerakannya pun luwes. Winda mengaku aksinya itu merupakan bentuk spontanitas.

“Sebetulnya, saya nggak menambahi joget. Saya hanya menggambarkan suasana. Masak iya menteri dan orang-orang yang dengar lagunya berjoget, lalu saya sebagai JBI kaku, hanya mengisyaratkan kata-katanya,” tuturnya kepada Jawa Pos Sabtu (20/8) lalu.

Cuplikan video Winda saat bertugas sebagai juru bahasa isyarat di acara itu menyebar di media sosial. Banyak orang yang berfokus pada cara penyampaian Winda yang asyik. Tak sedikit yang mengekspresikan kekagumannya pada Winda.

“Pernah waktu itu band Gigi perform, saya yang terjemahkan. Itu saya nggak goyang. Menyesuaikan musiknya aja,” lanjutnya.

Alumnus psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) itu mengaku kaget saat mengetahui respons penonton. Di satu sisi, dia juga bersyukur banyak orang yang terhibur dengan aksinya.

“Nggak nyangka karena saya cuma berpikir untuk teman tuli bisa ikut menikmati dan tahu lagunya. Ternyata, banyak orang yang enjoy juga,” ungkap Winda menanggapi videonya yang viral.

Yang juga tidak luput dari sorotan adalah bahasa isyarat untuk Presiden Joko Widodo. Winda terlihat membentuk simbol tangan metal. “Bahasa isyarat untuk Pak Jokowi itu huruf J, lalu disambung dengan isyarat metal karena teman tuli mengenal Pak Jokowi sebagai penikmat lagu-lagu metal,” terangnya.

Pada kesempatan itu, Winda juga menerjemahkan lagu yang dibawakan solois Vidi Aldiano. Dia membantu teman tuli untuk menikmati lagu Berkibarlah Bendera Negeriku dan Kebyar-Kebyar.

“Selain lagu viral dari Farel Prayoga, saya juga men-JBI-kan saat Vidi Aldiano bernyanyi,” tulisnya dalam unggahan video di Instagram pribadinya.

Upacara HUT RI kemarin bukanlah kali pertama bagi Winda ditunjuk sebagai juru bahasa isyarat. Dia sudah aktif menjadi juru bahasa isyarat di berbagai acara. Baik di televisi maupun acara pemerintahan.

“Saya pertama tahu dan belajar bahasa isyarat kira-kira awal 2011. Sejak SMA memang suka kegiatan sosial dan waktu itu saya menjadi volunter di sebuah SLB (sekolah luar biasa) di Solo,” tuturnya.

Minatnya belajar bahasa isyarat semakin tinggi saat bertemu dengan Gerakan untuk Kesejahteraan Tunarungu Indonesia (Gerkatin). “Saat CFN (crowd free night) di Ngarsopuro, saya lihat Gerkatin kok komunikasinya beda. Saya datang ke stan Gerkatin, eh jadi keterusan,” lanjut perempuan yang tergabung dalam Indonesian Sign Language Interpreters (INASLI) Jakarta itu.

Menurut dia, aspek paling penting dalam bahasa isyarat terletak pada ekspresi, mimik verbal, serta lokasi dan arah tangan. “Jangan takut untuk memulai komunikasi dengan teman tuli. Belajarlah isyarat langsung dengan teman tuli,” ungkapnya.

Upacara HUT Ke-77 RI di Istana Merdeka juga dimeriahkan penampilan sejumlah penyanyi tanah air. Selain Farel dan Vidi, ada Lyodra dan Naura Ayu.

TRIVIA WINDA

– Masih aktif mengambil kursus bahasa isyarat. Winda senang mempelajari segala sesuatu terkait bahasa, sejarah, dan budaya.

– Kali pertama tahu dan belajar bahasa isyarat kira-kira awal 2011.

– Sejak SMA suka kegiatan sosial dan sempat menjadi volunter di sebuah sekolah luar biasa (SLB) di Solo. (kom/c6/lai//jpg)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru