TARAKAN – Setiap awal tahun, terjadi tren kasus Demam Berdarah Dengue (DBD). Sama halnya saat tahun lalu, meskipun kasus tidak terlalu banyak. Kemungkinan karena pandemi Covid-19.
Subkoordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Tarakan Bahriah Tul Ulum menjelaskan, di awal tahun ini kasus sudah mulai naik. Mulai Januari, sampai saat ini sudah ada 28 kasus DBD yang dilaporkan.
“Memang ada peningkatan kasus, dibandingkan bulan sebelumnya. Mengantisipasi kenaikan jumlah kasus, kita lihat tren DBD. Biasanya akan terus naik hingga di puncaknya, April dan Mei nanti,” terang Bahriah, Rabu (2/2).
Langkah antisipasi, pihaknya akan melakukan sejumlah kegiatan misalnya larvasidasi. Yaitu, pemberantasan jentik dengan menaburkan bubuk larvasida. Jika fogging dilakukan untuk memberantas nyamuk dewasa. Maka larvasidasi untuk memberantas jentik (larva) nyamuk. Terutama di tempat-tempat penampungan air yang tidak dapat dikuras atau dibersihkan.
Pembatasan sarang nyamuk, kata dia, memang dioptimalkan terutama dengan 3M plus sebagai kegiatan pencegahan. Seperti menaburkan bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan. Menggunakan obat nyamuk atau anti nyamuk, menggunakan kelambu saat tidur. Selain itu, memelihara ikan pemangsa jentik nyamuk, menanam tanaman pengusir nyamuk, mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah. Termasuk menghindari kebiasaan menggantung pakaian di dalam rumah yang bisa menjadi tempat istirahat nyamuk.
“Penderita DBD, rata-rata anak usia sekolah yang merupakan kelompok rentan seperti bayi. Kalau orang dewasa tidak terlalu banyak,” imbuhnya.
Setelah dipastikan terjangkit DBD, maka pasiennya akan dirawat. Kasus yang biasanya ada, tapi tidak banyak dan belum berat seperti Dengue hemorrhagic fever atau demam berdarah. Yang merupakan komplikasi dari demam dengue atau dengue fever yang semakin memburuk.
“Sama-sama Dengue, tetapi tetap ditindaklanjuti dan penanggulangan kasusnya. Bukan karena ada kasus, tetapi langsung fogging. Kan fogging itu untuk memutus penularan, bukan untuk pencegahan. Kalau pencegahan ya tetap 3M plus itu,” tegasnya. (kn-2)


