Sunday, 21 June, 2026

Luka Tembak Tembus Jantung dan Paru-Paru

TARAKAN – Polda Kaltara sudah melakukan pemeriksaan saksi dan Circuit Closed Television (CCTV), atas meninggalnya Brigpol Setyo Herlambang yang merupakan pengawal pribadi (Walpri) Kapolda Kaltara, di rumah jabatan Kapolda Kaltara, pada Jumat (22/9) lalu.

Saksi yang turut diperiksa, yakni beberapa orang yang ada di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Saya belum tahu berapa jumlah saksi, ya sebanyak-banyaknya. Supaya nanti terang benderang. Itu teknis dari penyidik, bagaimana untuk menguatkan fakta yuridis. Kalau memang diperiksa keluarganya, nanti dilihat seperti apa. Besok (hari ini) disampaikan langsung bapak Kapolda untuk hasil olah TKP,” ujar Kabid Humas Polda Kaltara Kombes Pol Budi Rachmat, Minggu (24/9).

Disinggung terkait dugaan kelalaian yang menyebabkan kematian korban, ia menegaskan hal tersebut merupakan dugaan awal. Sebab saat tim melakukan olah TKP awal, diduga ada unsur kelalaian.

Namun penyelidikan ataupun penyebab kematian korban akan terus diselidiki. “Kan kita sudah monitor semua (hasil autopsi). Korban sudah dimakamkan kemarin,” tuturnya.

Ia mengakui, ada tim khusus yang membantu penyelidikan. Diantaranya dari Ditkrimum Polda Kaltara, Bidpropam Polda Kaltara, Polda Jateng dan Mabes Polri. Sementara itu, Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Stefanus Satake Bayu mengatakan, walpri Kapolda ini telah selesai dilakukan autopsi sekitar pukul 15.00 Wita, Sabtu (23/9) lalu. Hasilnya menyatakan, Setyo tewas tertembak peluru yang menembus jantung dan paru-paru.

“Penyebab kematian karena luka tembak pada dada sisi kiri menembus jantung dan paru akibatkan pendarahan,” ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, korban ditemukan bersimbah darah di kamar ajudan di rumah jabatan Kapolda Kaltara sekitar pukul 13.10 Wita. Di sebelah jenazah korban, tergeletak senjata api (senpi) jenis HS-9 dengan nomor senpi, HS178837 inventaris dinas.

Hasil pemeriksaan awal oleh tim Dokkes Polda Kaltara dan diduga meninggal akibat kelalaian dalam membersihkan senjata api. Korban diketahui menjabat sebagai Banit 3 Subden 1 Den Gegana Satuan Brimob Polda Kaltara dan diperbantukan menjadi ajudan di Polda Kaltara. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru