Wednesday, 6 May, 2026

Mahfud Mudik ke Pamekasan Ambil Pakaian, Muhaimin “Dipaksa” Tak Boleh Begadang

Ganjar Pranowo-Mahfud MD masih menunggu masukan berbagai kalangan tentang singkatan nama yang akan dipakai. Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar konsisten berbaju putih seperti saat deklarasi.

KHAFIDLUL ULUM-AGUS DWI PRASETYO, Jakarta

BARU pada Senin (16/10) lalu Mahfud MD pulang ke Pamekasan, Jawa Timur, mengambil baju yang dia titipkan ke sang ibu, Siti Marwiyah, itu. Baju putih yang sudah dia siapkan lima tahun silam ketika dia hampir diumumkan jadi bakal calon wakil presiden (bacawapres) Joko Widodo.

“Bajunya masih rapi dan bersih, juga masih muat karena berat badan saya sama dengan lima tahun lalu,” kata bacawapres pendamping Ganjar Pranowo itu di Tugu Proklamasi, Jakarta, sebelum berangkat mendaftarkan diri ke KPU Kamis (19/10) lalu.

Mahfud gagal menjadi bacawapres pada 2018 di menit-menit akhir. Dia kemudian dipercaya Jokowi menjadi Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan.

Kalau Mahfud mengenakan baju putih dan celana hitam, Ganjar berbaju setelan hitam. “Ini maknanya, kami selalu hitam putih, kami tidak pernah abu-abu,” kata Ganjar.

Bukan hanya pilihan baju yang mengandung pesan. Mahfud menuturkan alasan berkumpul di Tugu Proklamasi karena merupakan tempat bersejarah di mana Bung Karno dan Bung Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Untuk itu, pihaknya akan terus berjuang menjaga kemerdekaan serta mengajak seluruh pihak memperjuangkan Indonesia yang lebih baik.

Dari Tugu Proklamasi, Ganjar-Mahfud berangkat ke KPU. Sebenarnya sudah disiapkan kendaraan bersejarah: mobil dinas Bung Karno berjenis Cadillac Fleetwood 75 Limousine berwarna hitam yang telah terparkir di Tugu Proklamasi.

Namun, karena situasi padat dan macet, pasangan yang diusung PDIP, PPP, Perindo, serta Hanura itu memilih naik mobil bak terbuka yang dihias saung. Sedangkan mobil dinas bersejarah tadi berada di barisan depan memimpin iring-iringan ke kantor KPU di Jalan Imam Bonjol.

Sementara itu, para ketua umum parpol pengusung berkumpul di kediaman Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri. Mereka mengendarai bus bertulisan Ganjar-Mahfud. Rombongan ketua umum parpol berangkat lebih dulu ke kantor KPU. Ketika Ganjar-Mahfud tiba, mereka langsung mendampingi keduanya melakukan pendaftaran.

Ganjar-Mahfud mengaku belum punya singkatan nama yang akan menjadi semacam jenama selama mengarungi pertarungan pemilihan presiden-wakil presiden. “Kira-kira cocoknya apa. Sudah muncul beberapa singkatan, siapa tahu di sini akan muncul, kami terima dengan senang hati,” kata Ganjar.

Bukan hanya Mahfud yang mengenakan baju putih, pasangan Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar juga kompak berbaju serupa. Setelan yang sama sebelumnya juga dikenakan Anies-Muhaimin saat deklarasi pada 2 September lalu di Surabaya.

Menurut Anies, warna putih identik dengan makna bersih dan suci. Dengan baju putih, dia berharap semua bisa bekerja bersama untuk mewujudkan Indonesia menjadi lebih baik.

“Dari awal kita deklarasi selalu pakai putih, (selalu) sama dan ini (artinya) bersih,” ujar mantan gubernur DKI Jakarta itu.

Jelang pendaftaran, Wakil Ketua Umum (Waketum) DPP PKB Jazilul Fawaid menuturkan, layaknya pengantin, Muhaimin ”dipaksa” masuk kamar oleh rekan-rekannya agar tidak begadang sampai larut malam. ”Upaya paksa” itu terjadi sekitar pukul 23.00 WIB.

Muhaimin akhirnya masuk ke kamar untuk beristirahat lebih awal. Sementara, sahabat dan kerabat lain lanjut begadang hingga larut malam. “Sebelum subuh, beliau sudah bangun dan langsung salat Tahajud,” papar politikus yang menjabat wakil ketua MPR tersebut.

Tidur lebih awal itu terbukti membuat Gus Muhaimin yang juga Ketua Umum PKB itu lebih segar dan bugar. Dia lantas tancap gas memulai rangkaian perjalanan menuju kantor KPU sejak pukul 04.30 WIB.

“Pagi sebelum berangkat itu, beliau belum sempat sarapan. Sarapannya ketika sampai di kantor Nasdem,” imbuh Jazil. (*/c7/ttg/jpg)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru