Wednesday, 29 April, 2026

Menunggu Instruksi Wali Kota, Penerapan PTM SD Secara Menyeluruh di Tarakan

TARAKAN – Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Tarakan mewacanakan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) pada Februari ini. Sejumlah sekolah sudah mulai melakukan persiapan, namun menunggu instruksi dalam bentuk edaran resmi Wali Kota Tarakan dan kepala Disdik.

Kepala SD Negeri Utama 2 Maksum mengakui sudah rapat guru untuk membahas tentang rencana PTM. Jika edaran sudah diterima, maka pihaknya bisa segera melakukan PTM. “Sampai sekarang kami masih mengacu pada pola yang lama. Bahwa 50 persen dengan kelompok satu dan dua terbagi hari belajarnya,” katanya, Rabu (2/2).

Sampai saat ini pihaknya masih melakukan observasi terlebih dahulu. Rencananya, PTM untuk kelas 1-3 mulai jam 07.15 Wita-09.30 Wita. Selanjutnya jeda 30 menit dan dilanjutkan jam 10.00 Wita PTM untuk kelas 4-6.

“Tapi sudah full semua. Nanti kami observasi dan evaluasi. Kelemahannya dimana, apa yang harus kami persiapkan. Barulah kami masukkan siswa secara full dari kelas 1-6. Tapi, lebih amannya menunggu edaran dari Disdik dan pak Wali. Kalau ada apa-ada, dasar hukumnya kuat,” tuturnya.

Sebenarnya jika hendak dilakukan PTM secara keseluruhan mulai sekarang, sudah diizinkan kepada pihak sekolah. Namun, masih ada sekolah yang meminta lagi persetujuan dari orang tua, terkait pelaksanaan PTM semua kelas bersamaan.

“Dari orang tua menunggu kami juga sebenarnya. Ada anak-anak yang masuk sekolah dikira sudah full. Kami sampaikan masih menunggu. Kami juga inshaa Allah sudah siap semua protokol kesehatan,” ungkapnya.

Ia memastikan untuk tenaga pendidik sudah semuanya mendapatkan vaksin lengkap dan tinggal menunggu jadwal vaksin Booster. Bahkan untuk aplikasi Pedulilindungi, jika sudah menjadi regulasi yang harus dipenuhi akan mulai diterapkan.

Sebenarnya semua siswa di sekolah sudah mendapatkan vaksin. Sehingga tidak perlu lagi menggunakan aplikasi Pedulilindungi.Kan kita sudah tahu, anak kita sudah di vaksin semua. Kecuali kalau ada beberapa yang orang tuanya tidak mau divaksin. Berarti sudah diketahui langkah yang harus diambil,” ujarnya.

Dikonfirmasi terpisah, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kota Tarakan Eny Suryani mengatakan, PTM secara menyeluruh bisa dilaksanakan apabila vaksinasi tenaga pendidik mencapai 80 persen. Hal tersebut sesuai dengan Surat Keputusan Bersama (SKB) 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pendidikan Pembelajaran di Masa Pandemi untuk tahun ajaran 2022.

“Tarakan ini sudah zona hijau dan tidak ada kasus. Artinya PTM sudah bisa dilaksanakan,” ujarnya.

Tarakan sudah siap melaksanakan PTM secara menyeluruh, dengan memberlakukan prokes yang ketat. Namun untuk kapasitas kelas, pihaknya memastikan tidak akan dibatasi lagi. (kn-2)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru