Thursday, 18 June, 2026

Merasa Saltum, Biden pun lantas Tanggalkan Jas

Kesan diplomasi kaku sangat protokoler mengendur ketika para kepala negara dan pemerintahan peserta KTT G20 di Bali diajak melakukan hal langka dalam hidup mereka: mencangkul. Tahura tempat acara itu dilaksanakan adalah rumah bagi 300 jenis fauna.

DINDA JUWITABadung

SATU per satu mobil berpelat ”tamu negara” melintas di jalanan menuju Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Denpasar, Rabu (16/11) lalu.

Sejumlah warga tampak berbaris berjajar dan antusias melambaikan tangan menyambut para penumpang di dalam mobil-mobil itu.

Para pemimpin dunia memang kemarin diagendakan untuk berkumpul bersama di tahura. Mereka diajak Presiden Joko Widodo (Jokowi) menanam mangrove bersama.

“Ini sekali lagi ada wujud konkret Indonesia dalam perubahan iklim,” ujar Jokowi menjelaskan aksinya kali itu.

Sebelum memulai aksinya, Jokowi dan para pemimpin yang telah hadir berbincang santai di Pendapa Wantilan. Mereka duduk melingkar di kursi rotan sambil menikmati kudapan ringan.

Tampak sejumlah kepala negara/pemerintahan hadir saat itu. Antara lain, Presiden Amerika Serikat Joe Biden, Presiden Prancis Emmanuel Macron, Perdana Menteri India Narendra Modi, Kanselir Jerman Olaf Scholz, Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, hingga Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong.

Hadir juga sejumlah pemimpin organisasi internasional. Di antaranya, Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Kristalina Georgieva. Dalam acara itu, Presiden Jokowi juga memberikan album foto kepada Georgieva saat keduanya berbincang hangat dalam suasana yang akrab dan cair.

Mereka kompak mengenakan kaus berkerah putih. Kecuali Joe Biden yang tampak ”saltum (salah kostum)” dengan mengenakan jas biru. Meski kemudian dia menanggalkan jasnya. Politikus Partai Demokrat itu juga sempat tersandung sedikit saat baru sampai tahura.

Beberapa pemimpin lain melengkapi penampilan mereka dengan menggunakan topi putih berlogo G20 Indonesia.

Tahura Ngurah Rai memiliki luas 1.300 hektare. Awalnya, wilayah itu adalah area tambak ikan yang terkena abrasi. Pemerintah lantas menyulapnya dengan menanami 33 spesies pohon mangrove. “Ini menjadi rumah bagi lebih dari 300 jenis fauna seperti ikan, udang, burung, monyet, ular. Semuanya bisa hidup di hutan mangrove,” imbuh Jokowi.

Jokowi kemudian mengomandoi para kepala negara untuk melakukan hal yang barangkali belum pernah mereka lakukan seumur hidup: mencangkul. Benar saja. Saat disodori cangkul di depan mata, beberapa justru celingukan. Ada yang kebingungan saat semua mengambil cangkul, ada pula yang malah menjatuhkan cangkul ke tanah.

PM Belanda Mark Rutte malah tertawa seusai mencangkul sambil memegang pinggang. Biden juga tampak kesulitan mendirikan cangkulnya seusai acara.

Pada kesempatan itu, Jokowi juga mengomandoi para leaders untuk menanam. Tanpa babibu, Jokowi langsung berjongkok sambil menjelaskan kepada para kolega terkait berbagai bibit yang ada di tahura.

Jokowi menyebut, para pemimpin negara terkejut melihat langkah Indonesia dalam melakukan pembangunan hijau. Dia yakin bahwa aksi yang dimotori oleh para kepala negara itu bisa memberikan contoh bagi warga dunia. Terutama dalam kaitannya untuk mengurangi perubahan iklim.

“Saya kira itu yang menginspirasi para pemimpin, hal-hal yang konkret yang dilakukan baik dalam transisi energi hijau maupun dalam ekonomi hijau terhadap perubahan iklim,” tutur mantan gubernur DKI Jakarta itu.

Sebelum memulai aksi di tahura kemarin, Jokowi juga mengajak ofisial media dan wartawan yang meliput di Tahura Ngurah Rai untuk berteduh di tempat VVIP sambil menanti kedatangan para pemimpin G20. Di Pendapa Wantilan, Jokowi juga berbincang dengan para wartawan.

Para ofisial media perwakilan dari negara G20 mengaku senang karena tanpa harus diikat aturan protokoler yang ketat. Mereka jadi bisa berbincang langsung dengan Presiden Jokowi. Salah satunya, Athi Geleba dari Afrika Selatan.

“Anda tahu, kami sedang duduk di bawah sinar matahari dan presiden mengundang kami ke bagian yang lebih sejuk di mana ada tempat teduh dan di sana juga menawari kami minuman. Kami sebenarnya sangat terkejut ketika presiden mengundang kami untuk datang dan bergabung dengannya,” ujarnya.

Selepas itu, Jokowi mengajak para wartawan untuk berkeliling tahura dan melihat mangrove. Presiden memperkenalkan langsung spesies mangrove yang ada di area pembibitan. Antara lain, Rhizopora apiculata, Bruguiera gymnorrhiza, dan Celiops tagal.

“Ini usia bibitnya 3 hingga 6 bulan,” ujarnya seraya menunjukkan sejumlah bibit mangrove. “Kita mulai menanam mangrove di sini pada tahun 1996,” imbuhnya.

Selain kehadiran para kepala negara, sosok lain yang menarik perhatian adalah Menteri PUPR Basuki Hadimuljono. Dia hadir bukan dalam kapasitas sebagai menteri, melainkan juru foto. Dengan gesit, pria 68 tahun itu wira-wiri menangkap momen para kepala negara menanam mangrove.

Tampil bak fotografer profesional, Basuki mengalungkan kamera tele-nya ke leher dan membawanya ke sana kemari. Penampilan menteri yang dikenal humoris itu makin terlihat eksentrik saat topi yang dikenakannya dibalik ke belakang.

Juru Bicara Kementerian PUPR Endra S. Atmawidjaja menuturkan, Basuki memang ingin menyalurkan hobi fotografinya. “Ada waktu luang sekaligus beliau (Menteri PUPR) menyalurkan hobi fotografinya,” jelas Endra, Rabu (16/11).

Basuki juga sudah membawa kameranya sejak acara jamuan makan malam KTT G20 di Garuda Wisnu Kencana (GWK) Badung, Bali, Selasa (15/11). “Ketika acara selesai, langsung angkat kamera. Ya, itu memang hobi beliau. Ini kan juga event besar yang langka ya,” ungkap Endra.

Namun, Endra memastikan tugas Basuki telah beres. “Tugas kami sudah selesai semua sampai 15 November. Beliau tinggal mendampingi presiden, sambil jadi fotografer tentunya,” kata Endra. (*/c6/ttg/jpg)

Artikel Terkait

TINGGALKAN PESAN

Silahkan masukkan komentar anda
Silahkan masukkan nama anda

- Advertisement -

Artikel Terbaru