TANJUNG SELOR – Rapat audiensi masalah kebun plasma sawit dengan PT Abdi Borneo Plantation dan PT Tunas Borneo Plantation, telah dilakukan Bupati dan Wakil Bupati Bulungan.
Dalam pertemuan tersebut, agar permasalahan plasma sawit antara pihak perusahaan dan koperasi masyarakat bisa diselesaikan dengan baik. “Saya sangat berharap pihak perusahaan sawit yang ada di Bulungan dapat berkolaborasi. Misalnya membangun pabrik penghasil minyak goreng, setidaknya minyak goreng curah. Sehingga tidak perlu mendatangkan dari luar daerah,” terang Bupati Bulungan Syarwani, Rabu lalu (20/4).
Paslanya, hingga saat ini harga minyak goreng mengalami kenaikan cukup tinggi. Bahkan memberatkan masyarakat, terutama bagi pelaku UMKM dan pelaku usaha lainnya. Padahal, menurut Syarwani, terdapat 7 perusahaan perkebunan sawit di Bulungan.
“Mestinya ada pabrik penghasil minyak goreng di Kalimantan. Tak sebatas penghasil CPO (Crude Palm Oil) atau minyak mentah kelapa sawit saja,” tegas Bupati.
Sementara itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara akan mengawasi harga minyak goreng curah dan ketersediaan. Dikatakan Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang, Kaltara sempat memasok minyak goreng dalam jumlah besar.
Bukan hanya kepada minyak kemasan, namun fokus kepada minyak curah. Sejumlah pihak, seperti DPR RI sempat bekerjasama dengan Kabupaten Bulungan, dalam pendistribusian minyak curah. “Pemprov Kaltara diminta untuk terus mengawasi peredaran minyak goreng curah,” tuturnya.
Saat ini Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng curah belum terbentuk di daerah. Ia mengaku, di Kaltara untuk penggunaan minyak goreng curah tidak terlalu banyak. Distribusi minyak goreng curah, lebih kepada produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).
“Untuk mengatasi kondisi ini, dengan aktif mengawasi serta memantau distribusi minyak goreng curah dari distributor sampai ke pengecer,” ungkapnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara Heri Rudiyono menambahkan, belum mendatangkan minyak goreng curah. Sebab rencana sebelumnya mendatangkan minyak goreng curah, dirasa perlu persiapan yang matang. Bahkan tidak bisa dikemas dalam bentuk apapun.
“Kita belum mendatangkan minyak goreng curah yang rencananya 15 ton. Apalagi, konsumsi masyarakat minyak goreng curah tidak banyak. Hanya saja, tetap kita awasi minyak goreng curah,” singkatnya. (kn-2)


